Haji Isam Tanda Tangani Kesepakatan Beli 30 Persen Saham Bayan
PT Jhonlin Baratama resmi menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low untuk pengalihan 10 miliar lembar saham PT Bayan Resources Tbk.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, dikenal sebagai Haji Isam, telah memasuki tahap serius dalam rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) setelah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPPA) dengan pemegang saham utama, Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Transaksi ini melibatkan pengalihan sebanyak 10 miliar lembar saham, setara 30 persen dari total modal yang beredar, dengan penyelesaian yang masih tergantung pada pemenuhan berbagai persyaratan yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Rencana ini muncul setelah sejumlah isu mengenai keinginan Haji Isam mengakuisisi hingga 62 persen saham Bayan beredar di pasar pada pertengahan Agustus 2026. Isu tersebut memicu kenaikan harga saham BYAN hingga mencapai Rp17.125 per lembar pada 18 Agustus, namun kemudian mereda setelah manajemen perusahaan membantah adanya rencana pengalihan saham pengendali. Pernyataan resmi dari Bayan Resources menegaskan bahwa tidak ada proses akuisisi yang sedang berlangsung pada saat itu.
Bloomberg kemudian melaporkan bahwa entitas yang dikendalikan Haji Isam menawarkan dana sekitar US$3 miliar atau setara Rp52,53 triliun (kurs Rp17.510 per dolar AS) untuk membeli 62 persen saham yang dikuasai keluarga Low. Namun, data kepemilikan terbaru per akhir Agustus menunjukkan Low Tuck Kwong menguasai 40,25 persen, sedangkan Elaine Low memiliki 22 persen, sehingga total saham yang menjadi target tawaran mencerminkan dominasi keluarga tersebut.
Di tengah dinamika pasar, Bayan Resources mengumumkan force majeure pada tiga anak usahanya—PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima—karena belum terbitnya persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan proses evaluasi atas pengajuan tersebut masih berlangsung, dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno menyebut proses peninjauan ditargetkan selesai dalam pekan ini.
Dengan penandatanganan CSPPA pada 16 September 2026, transaksi terbaru ini menunjukkan pergeseran dari rencana awal mengambil alih 62 persen saham menjadi pengalihan 30 persen. Jika semua syarat terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan menjadi pemegang saham baru atas 10 miliar lembar saham BYAN, menandai langkah strategis dalam perluasan portofolio investasi di sektor pertambangan batu bara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
18 September 2026

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


