Lapor Pak Purbaya Tetap Berjalan, Kanal Pengaduan Kemenkeu Diperluas
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan kanal pengaduan 'Lapor Pak Purbaya' tetap aktif dan akan diperluas dengan daftar saluran resmi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan kementerian.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan bahwa mekanisme pengaduan masyarakat melalui kanal 'Lapor Pak Purbaya' tetap berfungsi di lingkup Kementerian Keuangan. Ia menegaskan bahwa seluruh saluran pelaporan, baik yang tersedia di unit eselon I maupun secara nasional, tetap terbuka untuk masyarakat yang ingin menyampaikan laporan terkait berbagai isu, termasuk bidang pajak, kepabeanan, dan cukai. Keberadaan saluran ini menjadi bagian dari komitmen kementerian terhadap tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.
Suahasil menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan pembuatan daftar resmi saluran pengaduan agar masyarakat lebih mudah mengakses jalur yang tepat. "Jika dibutuhkan, kami akan susun panduan lengkap mengenai channel pelaporan yang tersedia," ujarnya dalam konferensi pers APBN di Jakarta. Ia menekankan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditangani secara institusional, dengan pengawasan langsung dari Inspektorat Jenderal untuk memastikan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Kementerian Keuangan, menurut Suahasil, tidak bekerja secara terpisah antarunit. Ia menyoroti pentingnya sinergi dalam menjalankan fungsi-fungsi APBN, seperti pengelolaan utang, pembayaran bunga, penempatan dana, hingga koordinasi dengan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Menurutnya, sinergi ini tidak hanya terjadi di level menteri, tetapi juga antarunit eselon I dengan mitra kerja mereka, sebagai bentuk komunikasi berkelanjutan yang mendukung kredibilitas pengelolaan keuangan negara.
Dalam paparan APBN hingga Agustus 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun, sedangkan belanja negara berada di angka Rp2.295,7 triliun, menghasilkan defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap PDB. Suahasil menegaskan bahwa defisit tersebut dikelola secara sehat dan terkendali, dengan fokus pada penguatan pendapatan, efisiensi belanja, dan peningkatan produktivitas penggunaan anggaran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
18 September 2026

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


