Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hakim AS Batalkan Label Risiko Pentagon terhadap Perusahaan AI

Pengadilan federal memerintahkan pencabutan label 'risiko rantai pasokan' terhadap perusahaan AI Anthropic, menilai keputusan tersebut melanggar hukum dan Amandemen Pertama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hakim AS Batalkan Label Risiko Pentagon terhadap Perusahaan AI
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hakim federal Amerika Serikat, Rita Lin, mengabulkan permohonan untuk mencabut status 'risiko rantai pasokan' yang diberikan Pentagon terhadap perusahaan kecerdasan buatan Anthropic. Keputusan ini dikeluarkan setelah pengadilan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk balas dendam yang tidak berdasar dan melanggar prinsip hukum. Menurut hakim, pemberian label tanpa proses peringatan atau kesempatan membela diri merupakan pelanggaran terhadap Amandemen Kelima, yang menjamin hak atas proses hukum yang adil.

Masalah bermula ketika Anthropic menolak menonaktifkan fitur keamanan pada produk AI-nya, Claude, yang dirancang untuk mencegah penggunaan militer dalam sistem senjata otomatis atau pengawasan massal. Perusahaan menyatakan teknologi tersebut belum layak digunakan untuk tugas sensitif tersebut. Respons Pentagon, yang menolak intervensi swasta dalam kebijakan teknologi militer, berujung pada pelarangan penggunaan produk Anthropic di seluruh instansi militer dan mitra kontraktornya sejak Februari.

Hakim Lin menyoroti ketidaksesuaian alasan yang diajukan Pentagon, terutama karena instansi pemerintah lainnya tetap menjalin kerja sama dengan Anthropic tanpa kendala. Ia juga menegaskan bahwa alasan keamanan nasional tidak boleh dimanfaatkan sebagai alat untuk menekan kebebasan berpendapat. Dalam pernyataannya, hakim menekankan bahwa tindakan Pentagon tidak didukung bukti konkret bahwa perusahaan tersebut berpotensi merusak sistem keamanan nasional.

Anthropic, yang telah mengajukan gugatan sejak Maret, menyambut keputusan ini sebagai langkah penting dalam mempertahankan kebebasan inovasi dan kerja sama dengan pemerintah. Juru bicara perusahaan menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama secara konstruktif demi memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab untuk kepentingan nasional. Gugatan lanjutan terkait label tersebut masih dalam proses di pengadilan Washington, DC.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya