Hakim AS Batalkan Label Risiko Pentagon terhadap Perusahaan AI
Pengadilan federal memerintahkan pencabutan label 'risiko rantai pasokan' terhadap perusahaan AI Anthropic, menilai keputusan tersebut melanggar hukum dan Amandemen Pertama.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Hakim federal Amerika Serikat, Rita Lin, mengabulkan permohonan untuk mencabut status 'risiko rantai pasokan' yang diberikan Pentagon terhadap perusahaan kecerdasan buatan Anthropic. Keputusan ini dikeluarkan setelah pengadilan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk balas dendam yang tidak berdasar dan melanggar prinsip hukum. Menurut hakim, pemberian label tanpa proses peringatan atau kesempatan membela diri merupakan pelanggaran terhadap Amandemen Kelima, yang menjamin hak atas proses hukum yang adil.
Masalah bermula ketika Anthropic menolak menonaktifkan fitur keamanan pada produk AI-nya, Claude, yang dirancang untuk mencegah penggunaan militer dalam sistem senjata otomatis atau pengawasan massal. Perusahaan menyatakan teknologi tersebut belum layak digunakan untuk tugas sensitif tersebut. Respons Pentagon, yang menolak intervensi swasta dalam kebijakan teknologi militer, berujung pada pelarangan penggunaan produk Anthropic di seluruh instansi militer dan mitra kontraktornya sejak Februari.
Hakim Lin menyoroti ketidaksesuaian alasan yang diajukan Pentagon, terutama karena instansi pemerintah lainnya tetap menjalin kerja sama dengan Anthropic tanpa kendala. Ia juga menegaskan bahwa alasan keamanan nasional tidak boleh dimanfaatkan sebagai alat untuk menekan kebebasan berpendapat. Dalam pernyataannya, hakim menekankan bahwa tindakan Pentagon tidak didukung bukti konkret bahwa perusahaan tersebut berpotensi merusak sistem keamanan nasional.
Anthropic, yang telah mengajukan gugatan sejak Maret, menyambut keputusan ini sebagai langkah penting dalam mempertahankan kebebasan inovasi dan kerja sama dengan pemerintah. Juru bicara perusahaan menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama secara konstruktif demi memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab untuk kepentingan nasional. Gugatan lanjutan terkait label tersebut masih dalam proses di pengadilan Washington, DC.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Aktivitas pengambilan gambar dan syuting di kawasan Gunung Bromo ditangguhkan sementara demi mencegah kebakaran lahan akibat musim kemarau ekstrem.
9 September 2026

Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun
Mantan Ketua DPR Filipina, sepupu presiden, ditangkap karena dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun) selama periode 2022–2025.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


