Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Haornas 2026: Mengenang Akar Olahraga Nasional dari Solo 1948

Hari Olahraga Nasional 2026 jatuh pada 9 September, memperingati awal mula komitmen bangsa melalui PON pertama di Solo, yang kemudian menjadi dasar penetapan hari olahraga nasional secara resmi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.40 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Haornas 2026: Mengenang Akar Olahraga Nasional dari Solo 1948📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September 2026 menjadi momen refleksi atas awal mula gerakan olahraga nasional yang lahir dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo. Pada 9 September 1948, di tengah tantangan pasca-kemerdekaan, Indonesia menyelenggarakan ajang olahraga nasional pertama sebagai bentuk eksistensi bangsa di kancah internasional. Pada masa itu, upaya Indonesia untuk ikut Olimpiade XIV di London terkendala karena belum dikenal secara luas, sehingga penyelenggaraan PON di dalam negeri menjadi pilihan strategis.

Tanggal 9 September kemudian menjadi fondasi peringatan Haornas, yang secara resmi dicanangkan pada 1983 oleh Presiden Soeharto saat meresmikan pemugaran Stadion Sriwedari di Surakarta. Penetapan ini tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985 kemudian menjadi dasar hukum resmi yang menetapkan 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional, menegaskan komitmen negara terhadap pengembangan olahraga sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

Makna Haornas melampaui sekadar peringatan sejarah; ia menjadi ajakan untuk membangun budaya olahraga dalam masyarakat. Kementerian Pemuda dan Olahraga menekankan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi atlet, tetapi juga tentang kesehatan, disiplin, karakter, dan persatuan. Dalam pedoman Haornas 2025, peringatan ini didefinisikan sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan bangsa yang diwujudkan melalui aktivitas fisik dan partisipasi luas.

Setiap tahun, masyarakat diimbau untuk turut merayakan Haornas dengan kegiatan positif seperti berolahraga rutin, mengikuti lomba bersama, mendukung atlet nasional, atau mengajak lingkungan sekitar bergerak aktif. Dengan perjalanan panjang sejak 1948, Haornas 2026 menjadi tahun ke-43 sejak pencanangan, menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar momen kompetisi, tetapi bagian integral dari jati diri bangsa dan upaya membangun masyarakat yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya