Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga BBM Subsidi Dipertahankan hingga Akhir 2026

Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga Desember 2026, meski ada tekanan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Harga BBM Subsidi Dipertahankan hingga Akhir 2026
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk Pertalite dan solar subsidi, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam kesempatan konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, menyusul fluktuasi harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan tetap berlaku selama kondisi pasar global belum menunjukkan perubahan signifikan.

Pemerintah terus memantau dinamika pasar internasional, namun tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM subsidi sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Bahlil menyebutkan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli, tetapi juga mencegah dampak ekonomi yang lebih luas terhadap sektor transportasi dan produksi. Ia menekankan bahwa penetapan harga akan terus dievaluasi secara berkala berdasarkan kondisi pasar global dan domestik.

Di sisi lain, pemerintah mencatat adanya tren pergeseran konsumsi dari BBM non subsidi ke produk bersubsidi, terutama akibat selisih harga yang cukup signifikan. Bahlil mengakui bahwa hal ini berpotensi menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan alokasi subsidi. Untuk itu, pihaknya tengah menyusun pendekatan lebih ketat dalam penyaluran BBM bersubsidi, termasuk melalui validasi data melalui kategorisasi berbasis desil agar subsidi benar-benar tepat sasaran.

Sementara itu, harga BBM non subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penyesuaian sejak 1 September 2026. Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.600 per liter, Dexlite menjadi Rp 23.700, dan Pertamina Dex mencapai Rp 25.200 per liter. Harga Pertamax dan Pertamax Green tetap stabil, sementara Pertalite dan solar subsidi tetap di level Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter. Penyesuaian ini didasarkan pada mekanisme harga yang mengacu pada harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, dan daya beli masyarakat.

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penyesuaian harga hanya berlaku untuk produk non subsidi tertentu, dengan pertimbangan ekonomi dan kondisi sosial. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan membeli sesuai kebutuhan agar subsidi dapat dinikmati oleh yang benar-benar membutuhkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya