Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Cabai dan Telur Tembus Rp104,850 dan Rp30.100 per Kg

Harga cabai rawit merah dan telur ayam di tingkat eceran nasional mencapai Rp104.850 dan Rp30.100 per kilogram berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia per 24 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Harga Cabai dan Telur Tembus Rp104,850 dan Rp30.100 per Kg📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional mencapai Rp104.850 per kilogram, menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menjadi salah satu puncak harga komoditas pangan strategis yang tercatat dalam laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Kamis, 24 September 2026, pukul 10.00 WIB. Sementara itu, harga telur ayam ras juga berada di level tinggi, yaitu Rp30.100 per kilogram, mencerminkan tekanan harga yang masih kuat terhadap bahan pangan pokok.

Selain dua komoditas utama tersebut, harga bawang merah tercatat di Rp41.300 per kg dan bawang putih di Rp39.400 per kg. Untuk beras, harga bervariasi menurut kualitas: beras kualitas bawah I di Rp15.650, bawah II di Rp15.250, medium I di Rp16.950, medium II di Rp17.200, super I di Rp17.900, dan super II di Rp17.600 per kilogram. Pergerakan harga beras menunjukkan konsistensi di kisaran stabil meskipun ada fluktuasi kecil terkait pasokan dan musim tanam.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai merah besar yang berada di Rp55.600 per kg, cabai merah keriting di Rp74.800 per kg, dan cabai rawit hijau di Rp59.850 per kg. Daging ayam ras segar dibanderol Rp41.950 per kg, sementara daging sapi kualitas I dan II masing-masing di kisaran Rp153.300 dan Rp143.150 per kg. Gula pasir premium tercatat di Rp20.400 per kg, sedangkan gula lokal di Rp19.700 per kg.

Minyak goreng curah berada di Rp21.150 per liter, minyak goreng kemasan merek I di Rp25.750 per liter, dan kemasan merek II di Rp24.450 per liter. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi pangan masih terasa di sejumlah komoditas utama, terutama yang rentan terhadap fluktuasi musiman dan kondisi cuaca. PIHPS terus memantau dinamika harga untuk mendukung kebijakan stabilisasi harga dan ketersediaan pangan di tingkat masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya