Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah di Pembukaan Perdagangan Kamis

Indeks Harga Saham Gabungan turun ke level 6.353 pada awal perdagangan Kamis (24/9/2026), didorong tekanan dari mayoritas saham yang bergerak melemah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 12.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Melemah di Pembukaan Perdagangan Kamis📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan Kamis, 24 September 2026, dengan pelemahan sebesar 0,16% ke posisi 6.364. Dalam rentang waktu satu menit setelah pembukaan, indeks kembali mengalami penurunan lebih dalam hingga menyentuh level 6.353, mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat di awal sesi. Gerakan ini terjadi di tengah dominasi saham-saham yang bergerak menurun, menunjukkan sentimen pasar yang cenderung hati-hati.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 200 saham berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 255 saham mengalami penurunan, dan 508 saham lainnya bergerak stagnan. Volume perdagangan mencapai 911 juta lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp371 miliar. Angka ini menggambarkan aktivitas pasar yang relatif terbatas di awal sesi, seiring investor menunggu arahan lebih lanjut dari pergerakan global.

Indeks utama lainnya juga menunjukkan tren pelemahan. Indeks LQ45 turun 0,50% ke level 630, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,69% ke posisi 378, indeks MNC36 terkoreksi 0,54% ke 272, sementara IDX30 terkoreksi 0,42% ke level 349. Penurunan pada kelompok indeks ini menunjukkan tekanan menyeluruh terhadap sektor-sektor yang menjadi penggerak utama pasar.

Pergerakan ini menjadi catatan awal dari pergerakan pasar yang dinilai fluktuatif, dengan potensi volatilitas tinggi jika tidak ada sentimen kuat yang mendorong kembali kepercayaan investor. Namun, hingga saat ini, belum terlihat adanya pergerakan signifikan yang mampu mengubah arah tren negatif pada awal perdagangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya