Harga Minyak Dunia Terkoreksi di Bawah US$110 Imbas Kebijakan AS dan Ancaman di Timur Tengah
Harga minyak dunia turun ke level US$109,06 per barel akibat kebijakan eksplisit AS terhadap Rusia dan ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasokan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa pagi, menyentuh level US$109,06 per barel untuk kontrak minyak Brent. Penurunan ini terjadi seiring pasar menanggapi kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh otoritas Amerika Serikat terkait pengecualian sanksi terhadap ekspor energi Rusia. Meski belum menjadi keputusan final, perintah eksekutif yang diterbitkan pada Jumat malam menimbulkan ketidakpastian di pasar, terutama mengenai bea masuk dan sanksi terhadap entitas yang bertransaksi dengan energi Rusia.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November juga melemah, mencapai US$103,32 per barel, sementara kontrak Desember yang lebih aktif turun menjadi US$98,08 per barel. Penurunan ini terjadi meskipun harga Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 20 Mei, yakni US$110,70, sebelum kembali tertekan. Peningkatan produksi minyak Rusia sebesar 65 ribu barel per hari pada September menjadi 8,43 juta barel per hari, menurut data IEA, tetap berada di bawah tingkat produksi tahun sebelumnya sekitar 870 ribu barel per hari.
Kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dari Timur Tengah menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan harga. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang fasilitas energi, bandara, dan militer di Arab Saudi, termasuk lokasi strategis seperti Aramco di Yanbu, ladang Shaybah, serta dua bandara utama di Riyadh dan Abha. Meskipun otoritas Saudi belum mengonfirmasi klaim tersebut, ancaman serangan terus memperbesar risiko gangguan pasokan di kawasan yang menjadi tulang punggung ekspor minyak global.
Serangan juga terjadi di Yaman, di mana 58 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka akibat serangan terhadap kamp pelatihan pasukan keamanan di Provinsi Shabwa. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat mengganggu jalur distribusi energi. Analis dari KCM Trade, Tim Waterer, menekankan bahwa pasar lebih peka terhadap ancaman infrastruktur energi di Teluk dibandingkan potensi pasokan tambahan diesel dari Rusia, yang secara teori bisa menstabilkan harga.
Di sisi lain, data awal dari Reuters menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat pada pekan lalu, sementara persediaan produk minyak juga diperkirakan mengalami penurunan. Kombinasi antara ketegangan geopolitik, fluktuasi kebijakan energi AS, dan tren penurunan stok domestik menjaga harga minyak tetap berada di atas ambang US$100 per barel, menunjukkan ketahanan pasar terhadap tekanan jangka pendek.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

