Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus US$106 per Barel
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) menyentuh level US$106 per barel, meski rata-rata tahun ini masih di kisaran US$91–US$92, dengan dampak pada perhitungan APBN dan pasokan BBM nasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.15 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) telah melampaui ambang batas US$100 per barel, mencapai angka tertinggi sebesar US$106 dalam periode terkini. Angka ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam pertemuan setelah rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga global tetap menjadi tantangan, namun kondisi terkini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan rata-rata tahunan.
Secara keseluruhan, rata-rata ICP dari awal tahun hingga Oktober 2024 berada di kisaran US$91 hingga US$92 per barel, meski pada bulan September lalu mencapai level tertinggi sebesar US$112,81 per barel. Angka ini menjadi salah satu asumsi makro penting dalam penyusunan anggaran negara, terutama dalam perhitungan penerimaan dari sektor hulu migas serta alokasi subsidi energi. Pergerakan ICP juga berdampak langsung pada penyesuaian harga BBM non-subsidi di pasar.
Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan, cadangan nasional bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite saat ini berada pada rentang 16 hingga 20 hari. Sementara cadangan BBM lainnya berada di atas 20 hari, sesuai standar operasional. Untuk wilayah Bali yang sempat mengalami keterlambatan pasokan akibat keterlambatan kapal dari Jawa, Bahlil telah memerintahkan operator untuk meningkatkan cadangan dari 11–12 hari menjadi 15 hari dalam satu minggu ke depan.
Tujuan utama dari peningkatan cadangan tersebut adalah menyesuaikan dengan standar nasional agar ketahanan energi tetap terjaga. Ia menyoroti bahwa kendala utama pada periode lalu disebabkan oleh keterlambatan kapal pengangkut, yang berdampak pada distribusi BBM di pulau tersebut. Dengan penyesuaian ini, diharapkan distribusi BBM di wilayah strategis dapat lebih stabil dan responsif terhadap fluktuasi pasokan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

