Harga Mobil Listrik BYD Tak Turun Meski Diproduksi Lokal
Produksi lokal mobil listrik BYD di Subang tidak mengubah harga jual, karena insentif fiskal mempertahankan struktur biaya sama antara impor dan produksi dalam negeri.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, yang baru diresmikan, tidak berdampak langsung pada penurunan harga kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, yang menegaskan bahwa transisi dari pengimporan ke produksi lokal didukung kebijakan insentif fiskal yang menjaga kesetaraan struktur biaya antara kedua jalur tersebut.
Kebijakan tersebut memungkinkan BYD mengimpor mobil listrik CBU dengan bea masuk 0 persen—bukan 50 persen—dan PPnBM 0 persen, bukan 15 persen, hingga akhir Desember 2025. Insentif ini diberikan sebagai bagian dari program pemerintah yang mengharuskan peserta memproduksi mobil listrik lokal dengan volume setara dengan jumlah impor yang dilakukan selama masa insentif.
Syarat utama tersebut wajib dipenuhi mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, dengan total volume produksi lokal harus menyamai total impor selama periode tersebut. Sejauh ini, BYD telah mengimpor sekitar 92 ribu unit mobil listrik ke Indonesia dalam masa insentif.
Luther menekankan bahwa harga kendaraan tidak ditentukan hanya oleh lokasi produksi, melainkan juga volume produksi dan penjualan. Ia menegaskan bahwa tanpa skala produksi yang besar, harga bisa justru meningkat. Oleh karena itu, BYD fokus mengoptimalkan kapasitas pabrik yang mampu memproduksi hingga 150.000 unit per tahun, dengan model Atto 1 dan M6 DM sudah diproduksi, sementara M6 EV dan Denza D9 akan menyusul dalam tahun ini.
Setelah pabrik beroperasi penuh, BYD akan menghentikan impor semua model. Mobil yang sudah masuk sebelumnya akan tetap dipasarkan hingga habis terjual, tanpa ada tambahan impor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


