Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Mobil Listrik BYD Tak Turun Meski Diproduksi Lokal

Produksi lokal mobil listrik BYD di Subang tidak mengubah harga jual, karena insentif fiskal mempertahankan struktur biaya sama antara impor dan produksi dalam negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Harga Mobil Listrik BYD Tak Turun Meski Diproduksi Lokal
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, yang baru diresmikan, tidak berdampak langsung pada penurunan harga kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, yang menegaskan bahwa transisi dari pengimporan ke produksi lokal didukung kebijakan insentif fiskal yang menjaga kesetaraan struktur biaya antara kedua jalur tersebut.

Kebijakan tersebut memungkinkan BYD mengimpor mobil listrik CBU dengan bea masuk 0 persen—bukan 50 persen—dan PPnBM 0 persen, bukan 15 persen, hingga akhir Desember 2025. Insentif ini diberikan sebagai bagian dari program pemerintah yang mengharuskan peserta memproduksi mobil listrik lokal dengan volume setara dengan jumlah impor yang dilakukan selama masa insentif.

Syarat utama tersebut wajib dipenuhi mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, dengan total volume produksi lokal harus menyamai total impor selama periode tersebut. Sejauh ini, BYD telah mengimpor sekitar 92 ribu unit mobil listrik ke Indonesia dalam masa insentif.

Luther menekankan bahwa harga kendaraan tidak ditentukan hanya oleh lokasi produksi, melainkan juga volume produksi dan penjualan. Ia menegaskan bahwa tanpa skala produksi yang besar, harga bisa justru meningkat. Oleh karena itu, BYD fokus mengoptimalkan kapasitas pabrik yang mampu memproduksi hingga 150.000 unit per tahun, dengan model Atto 1 dan M6 DM sudah diproduksi, sementara M6 EV dan Denza D9 akan menyusul dalam tahun ini.

Setelah pabrik beroperasi penuh, BYD akan menghentikan impor semua model. Mobil yang sudah masuk sebelumnya akan tetap dipasarkan hingga habis terjual, tanpa ada tambahan impor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya