Harga Telur di Papua Capai Rp60 Ribu, Zulhas Soroti Kesenjangan Pangan
Menteri Pangan Zulkifli Hasan soroti disparitas harga telur antarwilayah, dengan harga di Papua mencapai Rp60 ribu per kg, dua kali lipat Jakarta, dan tekankan pentingnya kemandirian pangan berbasis wilayah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kesenjangan harga pangan antarwilayah Indonesia masih menunjukkan ketimpangan signifikan, sebagaimana diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menyebut harga telur di Papua dan Maluku bisa mencapai Rp60 ribu per kilogram, jauh melampaui harga di Jakarta yang berada di kisaran Rp28 ribu per kg. Angka ini menjadi cerminan dari tantangan distribusi dan akses pangan yang tidak merata di wilayah timur Indonesia.
Zulhas menekankan bahwa perbedaan harga tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan dan gizi masyarakat di daerah dengan pendapatan rata-rata lebih rendah. Dengan harga pangan yang lebih tinggi, warga di Papua dan Maluku berisiko mengalami keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, yang berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dalam jangka panjang. Ia menilai kondisi ini tidak sejalan dengan prinsip keadilan dan kesatuan nasional.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah tengah mendorong kemandirian pangan berbasis wilayah. Salah satu langkah strategis adalah pembangunan kawasan Wanam di Merauke sebagai food estate nasional. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan lokal, khususnya beras, sehingga kebutuhan pangan Papua tidak lagi bergantung pada impor dari daerah lain.
Dengan optimalisasi kawasan Wanam, pemerintah berharap produksi pangan dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri, bahkan melampaui kebutuhan lokal. Jika berjalan sesuai rencana, surplus hasil pertanian dari Merauke diharapkan mampu memasok wilayah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diharapkan menstabilkan harga dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Zulhas menegaskan bahwa kemandirian pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kesadaran kolektif sebagai satu bangsa. Ia menekankan bahwa wilayah timur bukan hanya bagian dari Indonesia, tetapi juga keluarga yang perlu diperhatikan secara merata. Dengan membangun sistem pangan yang berkelanjutan di seluruh wilayah, Indonesia dapat menghindari ketergantungan berlebihan terhadap impor pangan dalam jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

