HBA September 2026 Ditetapkan, Harga Batu Bara Turun untuk Tiga Kategori
Kementerian ESDM resmi menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama September 2026, dengan penurunan harga pada tiga dari empat kategori batu bara.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 14.29 WITA·👁 12 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama bulan September tahun 2026, berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 348.K/MB.01/MEM.B/2026. Keputusan ini dikeluarkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 31 Agustus 2026 dan mulai berlaku efektif sejak 1 September 2026. Penetapan ini menjadi acuan dasar dalam perhitungan Harga Patokan Batubara (HPB) untuk periode tersebut.
Dari empat kategori batu bara yang diatur, hanya satu jenis yang mengalami kenaikan harga. Batu bara dengan kalori tinggi 6.322 GAR mengalami kenaikan menjadi US$ 126,87 per ton, naik dari US$ 124,06 per ton pada periode kedua Agustus 2026. Sementara itu, tiga kategori lainnya mengalami penurunan harga secara signifikan.
Kategori HBA I dengan nilai kalori 5.300 GAR mengalami penurunan menjadi US$ 95,05 per ton, turun dari US$ 96,92 per ton sebelumnya. Kategori HBA II dengan kalori 4.100 GAR ditetapkan sebesar US$ 65,06 per ton, lebih rendah dari US$ 65,81 per ton pada periode sebelumnya. Sedangkan HBA III dengan kalori 3.400 GAR ditetapkan di level US$ 44,15 per ton, turun dari US$ 45,35 per ton pada Agustus 2026.
Penetapan HBA ini merupakan bagian dari mekanisme pengaturan harga batu bara yang berkelanjutan, bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen, konsumen, dan stabilitas pasar. Penurunan harga pada tiga kategori utama menunjukkan dinamika pasar yang terus beradaptasi terhadap kondisi global dan permintaan domestik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

