Hercules Tuntut Pembatalan Sertifikat dan Restitusi Lahan Summarecon
Ketua GRIB Jaya mendatangi Kementerian ATR/BPN untuk menuntut pembatalan sertifikat Arjuna Bowling dan pengembalian status hak milik atas lahan 65 hektare milik ahli waris Summarecon.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario de Marshal, secara langsung mengunjungi kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Senin (19/10) untuk menuntut penyelesaian dua kasus sengketa lahan yang menurutnya telah mengalami kelalaian administratif dan ketidakadilan hukum. Ia menyoroti ketidakhadiran Menteri ATR Nusron Wahid, yang saat itu sedang dipanggil KPK, dan menilai kepemimpinan kementerian dinilai tidak responsif terhadap tuntutan masyarakat yang berbasis pada bukti hukum.
Hercules menyampaikan dua tuntutan utama kepada perwakilan kementerian: pertama, pembatalan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas lahan Arjuna Bowling di Jakarta Barat; kedua, pengembalian status hak milik atas lahan seluas 65 hektare yang saat ini berstatus HGB milik PT Summarecon, yang menurutnya seharusnya kembali ke ahli waris sebagai hak milik semula. Ia menegaskan bahwa tuntutan ini didukung oleh dokumen dan bukti hukum yang sah dan telah dipersiapkan secara matang.
Ia mengkritik sistem pelayanan kementerian yang dinilai membedakan antara pengunjung berdasarkan alat bukti dan uang, bukan berdasarkan keabsahan legalitas. Menurut Hercules, masyarakat yang datang membawa dokumen resmi sering kali tidak mendapatkan pelayanan maksimal, sementara mereka yang datang dengan pendekatan tidak sesuai aturan justru mendapat perlakuan istimewa. Ia menilai fenomena ini telah merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Hercules menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar aksi politik, melainkan bentuk keberanian masyarakat untuk menuntut keadilan setelah menunggu lama tanpa hasil. Ia menekankan bahwa tuntutan ini bukan hasil dari kepentingan pribadi, melainkan upaya untuk memperbaiki sistem yang dinilai telah mengabaikan hak-hak yang telah dijamin oleh hukum. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa kehadirannya hari ini adalah bentuk keberanian publik yang sudah tidak sabar lagi menunggu keadilan yang sebenar-benarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

