Hindari Kendaraan Terbuka Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Kemenkes imbau masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menghindari sepeda motor dan kendaraan terbuka untuk cegah paparan langsung dan risiko kecelakaan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.36 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Kesehatan mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat di daerah yang terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua atau jenis kendaraan terbuka lainnya. Imbauan ini ditegaskan dalam surat edaran resmi yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemenkes, dengan tujuan meminimalkan paparan partikel abu vulkanik terhadap saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Paparan abu vulkanik dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi pada hidung dan tenggorokan, batuk, hingga memperparah kondisi penyakit kronis seperti asma dan PPOK. Bagian mata rentan mengalami iritasi hingga abrasi kornea akibat gesekan partikel, sementara kulit dapat mengalami kemerahan, gatal, dan iritasi. Selain dampak medis, keberadaan abu di permukaan jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat jarak pandang menurun dan permukaan licin.
Dalam kondisi yang memaksa harus beraktivitas di luar ruangan, Kemenkes menyarankan penggunaan alat pelindung diri seperti masker respirator N95, KN95, KF94, FFP2, atau setara. Jika tidak tersedia, masker medis bisa menjadi alternatif sementara selama tetap menutup hidung, mulut, dan dagu, serta diganti jika basah atau kotor. Untuk perlindungan mata, dianjurkan penggunaan kacamata pelindung tertutup atau goggles, serta menghindari mengucek mata dan lensa kontak saat hujan abu.
Bila terpapar, mata harus segera dibilas dengan air bersih mengalir atau cairan pembilas steril. Perlindungan kulit juga penting, dengan mengenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, dan alas kaki tertutup. Setelah beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta segera mandi dan mengganti pakaian untuk menghilangkan residu abu. Pengendara yang tetap harus melintas di jalan disarankan menurunkan kecepatan, menyalakan lampu, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

