Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Anjlok 11,57% Usai MSCI Buka Konsultasi Reklasifikasi Pasar Modal

Pasar modal Indonesia terpukul berat setelah MSCI buka konsultasi pengubahan klasifikasi dari Emerging Market ke Standalone Market, memicu penurunan IHSG hingga 11,57% pada hari Jumat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
IHSG Anjlok 11,57% Usai MSCI Buka Konsultasi Reklasifikasi Pasar Modal📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Jumat dengan penurunan signifikan sebesar 11,57%, atau turun 678,67 poin, ke level 5.185,11. Penurunan ini terjadi setelah MSCI mengumumkan pembukaan proses konsultasi terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Kondisi ini memicu reaksi cepat dari pelaku pasar, dengan IHSG mengalami trading halt pada sesi pembukaan akibat penurunan melebihi ambang 8 persen.

Kekhawatiran muncul dari dugaan rendahnya transparansi kepemilikan saham serta indikasi praktik perdagangan terkoordinasi yang belum sepenuhnya teratasi. Menurut analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas, belum terdapat kemajuan konsisten dalam tata kelola pasar ekuitas Indonesia, termasuk dalam penegakan hukum dan pengawasan aktivitas perdagangan. Jika klasifikasi diputuskan turun, Indonesia akan dikeluarkan dari indeks utama MSCI karena dianggap memiliki hambatan signifikan bagi investor asing.

Proses konsultasi MSCI terbuka bagi semua pelaku pasar hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan diumumkan pada atau sebelum 30 Juni 2027. Selama periode ini, pasar akan terus menilai dampak kebijakan global terhadap aliran modal dan kepercayaan investor. Di tengah tekanan domestik, bursa Asia secara umum menguat, didorong oleh kenaikan indeks Wall Street yang dipengaruhi penurunan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun dan penurunan aksi jual saham teknologi.

Dari sisi sektoral, seluruh 11 sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC mengalami koreksi, dengan sektor barang baku menjadi yang paling terdampak turun 13,26%, disusul kesehatan (-12,84%) dan infrastruktur (-12,87%). Dari sisi saham, BSWD, ABDA, TRUK, CBPE, dan PTSP menjadi yang paling naik, sementara APIC, BBKP, BELI, BFIN, dan BHIT menjadi yang paling turun. Volume perdagangan mencapai 66,78 miliar lembar saham senilai Rp31,73 triliun dalam 2,11 juta transaksi, dengan 812 saham melemah, 11 naik, dan 140 tidak bergerak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya