Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Koreksi ke Level 6.088–6.111

Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa, dengan potensi uji support di kisaran 6.088–6.111 akibat tekanan jual berlanjut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Koreksi ke Level 6.088–6.111📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami tekanan penurunan dalam perdagangan Selasa (29/9), dengan analis memperkirakan tren koreksi masih berlanjut dalam jangka pendek. Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menilai bahwa pergerakan indeks saat ini sedang dalam fase wave a dari wave (x) pada pola teknikal hitam, yang menandakan potensi penurunan lebih lanjut hingga menguji level 6.088 hingga 6.111.

Dalam pandangan teknikal, indeks diproyeksikan bergerak dalam rentang support di 6.041 dan 5.984, sementara resistance berada di kisaran 6.297 hingga 6.419. Herditya menyarankan perhatian terhadap empat saham tertentu, yakni AADI, BRPT, PSAB, dan PTRO, sebagai rekomendasi dalam konteks strategi perdagangan jangka pendek.

Di sisi lain, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menyatakan bahwa pelemahan indeks diperkuat oleh tembusnya level support kunci di 6.159 pada perdagangan Senin. Penembusan tersebut membuka ruang bagi IHSG melanjutkan penurunan menuju area 6.015 hingga 6.029. Ia menekankan bahwa jika tekanan jual mendorong indeks turun di bawah 6.015, peluang terjadinya skenario bullish akan meningkat.

Pergerakan IHSG pada penutupan Senin (28/9) berada di level 6.147, turun 94,03 poin atau 1,51 persen dari posisi sebelumnya. Total nilai transaksi mencapai Rp12,56 triliun dengan volume perdagangan mencapai 37,24 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 180 menguat, 532 melemah, dan 81 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya