Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Diproyeksi Melemah Jelang Penutupan Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan mengalami koreksi pada perdagangan Jumat, dengan rentang pergerakan antara 6.267 hingga 6.535.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Diproyeksi Melemah Jelang Penutupan Pekan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada sesi perdagangan Jumat (25/9), menandai kembali tekanan jual yang menghantui pasar saham dalam jangka pendek. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai posisi indeks saat ini berada dalam tahap wave a dari gelombang (x), sehingga berpotensi mengetes level 6.208 hingga 6.258 sebagai titik uji koreksi. Ia memproyeksikan area penguatan terdekat berada di kisaran 6.322 hingga 6.344, dengan rentang support dan resistance yang ditetapkan di 6.267–6.108 dan 6.440–6.535.

Dalam analisisnya, Herditya menyebut bahwa kenaikan indeks belum menunjukkan kekuatan berkelanjutan, mengingat gagalnya menembus resistensi sebelumnya. Ia menyarankan sejumlah emiten untuk dipantau, termasuk INCO, MDKA, SSIA, dan TAPG, sebagai potensi saham yang dapat memperkuat portofolio dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Pergerakan ini juga dipengaruhi oleh volume transaksi yang tinggi, dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,22 triliun dan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 29,31 miliar lembar.

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menekankan bahwa gagalnya IHSG menembus level resistensi 6.423 menambah risiko penurunan lebih dalam. Menurutnya, tekanan jual masih dominan dan indeks berpotensi menguji support Fibonacci berikutnya di angka 6.159. Ia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.159, 6.015, dan 5.850, sementara resistensi terdekat berada di 6.423, 6.552, dan 6.712. Ivan merekomendasikan emiten seperti AADI, JPFA, MDKA, MEDC, dan PGAS sebagai pilihan investasi yang layak dipertimbangkan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (24/9), IHSG berakhir di level 6.298, turun 76,30 poin atau 1,20 persen dari posisi sebelumnya. Dari total 794 saham yang diperdagangkan, sebanyak 188 menguat, 462 terkoreksi, dan 144 stagnan. Pergerakan ini menunjukkan dominasi penurunan yang cukup kuat, mencerminkan sentimen pasar yang masih waspada terhadap volatilitas global dan faktor eksternal yang memengaruhi arus modal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya