IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas di Rentang 6.290–6.370
Indeks saham diprediksi menguat terbatas dengan area kunci antara 6.290 hingga 6.370, didukung prospek pergerakan di atas level tersebut.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Senin (21/9), dengan rentang pergerakan yang diperkirakan berada di kisaran 6.290 hingga 6.370. Analis dari MNC Sekuritas menilai bahwa meskipun ada potensi kenaikan, tekanan penurunan masih menghantui pasar, terutama jika indeks kembali menembus batas bawah area tersebut. Namun, jika IHSG berhasil bertahan di atas 6.370, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju kisaran 6.541 hingga 6.581 tetap terbuka.
Dalam perkiraan teknikal, level support diproyeksikan berada di 6.279 dan 6.201, sedangkan resistance terletak di 6.685 dan 6.633. Dalam kondisi tersebut, sejumlah saham disarankan sebagai pilihan investasi, antara lain BBCA, BULL, KLBF, dan TLKM, berdasarkan prospek kinerja dan volatilitas yang terkendali. Rekomendasi ini disusun berdasarkan analisis teknis mendalam terhadap pergerakan harga dan volume perdagangan.
Di sisi lain, analis Binaartha Sekuritas menyampaikan optimisme yang lebih rendah, memperkirakan potensi pelemahan lebih lanjut pada pekan ini. Menurut Ivan Rosanova, penutupan IHSG di level 6.441 pada Jumat (18/9) mengindikasikan tekanan bearish yang masih kuat, terutama karena posisi tersebut berada dekat dengan level Fibonacci 6.370. Selain itu, indeks terlihat bergerak di bawah garis SMA-20, yang menunjukkan tren konsolidasi dan risiko penurunan lebih dalam.
Pergerakan IHSG pada penutupan Jumat lalu mencatat penurunan 21,27 poin atau 0,33 persen, berakhir di level 6.441. Total nilai transaksi mencapai Rp19,25 triliun dengan volume perdagangan mencapai 32,57 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 204 menguat, 442 terkoreksi, dan 144 stagnan. Sementara itu, analis merekomendasikan saham ICBP, MEDC, PGEO, dan UNTR sebagai alternatif investasi dalam kondisi pasar yang dinamis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Pemerintah perpanjang bantuan beras hingga Desember 2026 untuk jaga daya beli rumah tangga berpendapatan rendah di tengah melambatnya pertumbuhan penjualan eceran.
21 September 2026

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Wali Kota New York menawarkan dukungan teknis melalui tim keuangan untuk mendukung penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta.
21 September 2026

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Harga emas di Pegadaian pada Senin menunjukkan variasi antarjenama, dengan Antam paling tinggi per gram, disusul UBS dan Galeri24.
21 September 2026

Menkeu Tekankan Penguatan Sistem Perpajakan dan Pengawasan Berbasis Risiko
Menteri Keuangan meminta pejabat DJP dan DJBC memperkuat pengawasan berbasis risiko serta mampu membaca dinamika ekonomi untuk capai target penerimaan negara secara berkelanjutan.
21 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Musik Serial Harry Potter Dibuat Orisinal, Jauh dari Jejak John Williams
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

Baznas Perkuat Pengelolaan Zakat di 48 K/L
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

