Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah 1,33% ke Level 6.589 di Penutupan Kamis

Indeks Harga Saham Gabungan turun 88,86 poin atau 1,33% ke posisi 6.589 pada penutupan perdagangan Kamis, didorong tekanan dari seluruh sektor dan aliran modal asing yang neto keluar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.30 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
IHSG Melemah 1,33% ke Level 6.589 di Penutupan Kamis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.589 pada penutupan perdagangan Kamis sore, menunjukkan penurunan signifikan sebesar 88,86 poin atau 1,33% dibandingkan posisi sebelumnya. Gerakan negatif ini mencerminkan tekanan jual yang kuat di tengah dinamika pasar global yang tidak menentu, dengan seluruh sektor indeks mengalami penurunan. Kinerja pasar domestik dipengaruhi oleh aksi ambil untung dan kekhawatiran terhadap pergerakan ekonomi global.

Transaksi harian mencatat volume perdagangan sebesar 50,05 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp21,51 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 150 menguat, 516 melemah, dan 127 stagnan. Penurunan paling dalam terjadi pada sektor energi, yang turun 1,85% sebagai dampak dari fluktuasi harga komoditas global dan sentimen bearish terhadap minyak mentah.

Di tingkat regional, pasar saham Asia menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong melemah 1,27%, sementara Shanghai Composite turun 0,43%. Di sisi lain, indeks Straits Times di Singapura menguat 0,94% dan Nikkei 225 di Jepang naik 0,20%. Di Eropa, pasar kebanyakan bergerak melemah, dengan DAX Jerman turun 0,28% dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,29%.

Di bursa Amerika Serikat, seluruh indeks utama berakhir dalam zona merah. S&P 500 terkoreksi 0,48%, NASDAQ Composite turun 0,64%, sedangkan Dow Jones mengalami penurunan 0,77%. Penurunan ini didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran terhadap kebijakan moneter global yang lebih ketat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya