IHSG Melemah 1,33% ke Level 6.589 di Penutupan Kamis
Indeks Harga Saham Gabungan turun 88,86 poin atau 1,33% ke posisi 6.589 pada penutupan perdagangan Kamis, didorong tekanan dari seluruh sektor dan aliran modal asing yang neto keluar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.30 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.589 pada penutupan perdagangan Kamis sore, menunjukkan penurunan signifikan sebesar 88,86 poin atau 1,33% dibandingkan posisi sebelumnya. Gerakan negatif ini mencerminkan tekanan jual yang kuat di tengah dinamika pasar global yang tidak menentu, dengan seluruh sektor indeks mengalami penurunan. Kinerja pasar domestik dipengaruhi oleh aksi ambil untung dan kekhawatiran terhadap pergerakan ekonomi global.
Transaksi harian mencatat volume perdagangan sebesar 50,05 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp21,51 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 150 menguat, 516 melemah, dan 127 stagnan. Penurunan paling dalam terjadi pada sektor energi, yang turun 1,85% sebagai dampak dari fluktuasi harga komoditas global dan sentimen bearish terhadap minyak mentah.
Di tingkat regional, pasar saham Asia menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong melemah 1,27%, sementara Shanghai Composite turun 0,43%. Di sisi lain, indeks Straits Times di Singapura menguat 0,94% dan Nikkei 225 di Jepang naik 0,20%. Di Eropa, pasar kebanyakan bergerak melemah, dengan DAX Jerman turun 0,28% dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,29%.
Di bursa Amerika Serikat, seluruh indeks utama berakhir dalam zona merah. S&P 500 terkoreksi 0,48%, NASDAQ Composite turun 0,64%, sedangkan Dow Jones mengalami penurunan 0,77%. Penurunan ini didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran terhadap kebijakan moneter global yang lebih ketat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


