IHSG Melemah di Akhir Pekan, Capai 6.441
Indeks Harga Saham Gabungan berakhir di level 6.441 pada Jumat (18/9), melemah 0,33% atau 21,27 poin dari penutupan sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini pada posisi 6.441, menunjukkan penurunan sebesar 21,27 poin atau 0,33% dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Pergerakan negatif ini terjadi di tengah aktivitas pasar yang mencatat volume perdagangan sebesar 32,57 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp19,25 triliun.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 204 menguat, 442 mengalami penurunan, dan 144 bergerak datar, menunjukkan dominasi tekanan jual di sejumlah emiten. Dari 11 sektor utama, sepuluh di antaranya mengalami penurunan, dengan sektor properti menjadi yang paling terpuruk, turun 1,17%. Satu-satunya sektor yang mampu mencatatkan kenaikan adalah barang konsumen non primer dengan kenaikan 0,17%.
Secara regional, pasar saham Asia menunjukkan pergerakan beragam. Bursa Hong Kong, Shanghai, dan Tokyo menguat masing-masing 0,60%, 0,94%, dan 1,38%. Sementara itu, indeks Singapura melemah 0,31%. Di Eropa, pasar bergerak cenderung melemah, dengan indeks DAX Jerman turun 0,44% dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,53%. Di sisi lain, pasar Amerika Serikat berakhir di zona positif, dengan S&P 500 naik 1,14%, NASDAQ Composite menguat 1,69%, dan Dow Jones meningkat 0,61%.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
18 September 2026

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


