Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah Jelang Akhir Pekan di Level 6.441

Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,33% ke posisi 6.441 menjelang penutupan perdagangan, dipengaruhi tekanan sektor konsumer dan properti serta aktivitas pasar yang dominan di pasar reguler.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melemah Jelang Akhir Pekan di Level 6.441📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menurun pada penutupan perdagangan hari ini, menutup sesi di level 6.441, turun 21,27 poin atau 0,33% dari posisi sebelumnya. Pergerakan indeks sepanjang hari berada dalam zona merah, meski sempat dibuka di level 6.512,57. Pergerakan fluktuatif terjadi sejak awal perdagangan, dengan rentang harian mencapai 6.419,50 hingga 6.521,02. Pada akhir sesi II, hanya 212 saham yang menguat, sementara 464 saham melemah dan 287 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 31,72 miliar saham senilai Rp19,24 triliun, dengan total frekuensi transaksi sekitar 1,92 juta kali. Aktivitas pasar didominasi oleh pasar reguler, yang menyumbang 291,76 juta lot dengan nilai transaksi Rp17,3 triliun. Sementara pasar negosiasi mencatat volume 34,05 juta lot senilai Rp1,95 triliun, sedangkan pasar tunai tercatat sangat minim, hanya 640 lot dengan nilai Rp18,96 juta.

Sektor konsumer primer menjadi penekan utama IHSG dengan penurunan 1,27%, diikuti properti (-1,2%) dan kesehatan (-1,18%). Beberapa emiten utama yang menjadi pemberat antara lain AMMN, BMRI, DSSA, MORA, dan BBCA. Sebaliknya, saham BYAN, DCII, BREN, MBMA, dan ANTM menjadi penopang koreksi indeks dengan kinerja menguat.

Pergerakan pasar global turut memengaruhi sentimen domestik. Wall Street menguat setelah harga minyak dan imbal hasil obligasi AS turun, meski pasar tetap waspada terhadap kebijakan The Fed dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak Brent dan WTI terkoreksi di bawah US$105 dan US$102 per barel, tetap tinggi akibat risiko gangguan pasokan. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz menyusut tajam, mencatat hanya tiga kapal pada Rabu, jauh di bawah rata-rata. Di sisi lain, data klaim pengangguran AS yang turun menjadi 196.000 menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya