IHSG Melemah Jelang Akhir Pekan di Level 6.441
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,33% ke posisi 6.441 menjelang penutupan perdagangan, dipengaruhi tekanan sektor konsumer dan properti serta aktivitas pasar yang dominan di pasar reguler.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menurun pada penutupan perdagangan hari ini, menutup sesi di level 6.441, turun 21,27 poin atau 0,33% dari posisi sebelumnya. Pergerakan indeks sepanjang hari berada dalam zona merah, meski sempat dibuka di level 6.512,57. Pergerakan fluktuatif terjadi sejak awal perdagangan, dengan rentang harian mencapai 6.419,50 hingga 6.521,02. Pada akhir sesi II, hanya 212 saham yang menguat, sementara 464 saham melemah dan 287 saham stagnan.
Volume perdagangan mencapai 31,72 miliar saham senilai Rp19,24 triliun, dengan total frekuensi transaksi sekitar 1,92 juta kali. Aktivitas pasar didominasi oleh pasar reguler, yang menyumbang 291,76 juta lot dengan nilai transaksi Rp17,3 triliun. Sementara pasar negosiasi mencatat volume 34,05 juta lot senilai Rp1,95 triliun, sedangkan pasar tunai tercatat sangat minim, hanya 640 lot dengan nilai Rp18,96 juta.
Sektor konsumer primer menjadi penekan utama IHSG dengan penurunan 1,27%, diikuti properti (-1,2%) dan kesehatan (-1,18%). Beberapa emiten utama yang menjadi pemberat antara lain AMMN, BMRI, DSSA, MORA, dan BBCA. Sebaliknya, saham BYAN, DCII, BREN, MBMA, dan ANTM menjadi penopang koreksi indeks dengan kinerja menguat.
Pergerakan pasar global turut memengaruhi sentimen domestik. Wall Street menguat setelah harga minyak dan imbal hasil obligasi AS turun, meski pasar tetap waspada terhadap kebijakan The Fed dan eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak Brent dan WTI terkoreksi di bawah US$105 dan US$102 per barel, tetap tinggi akibat risiko gangguan pasokan. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz menyusut tajam, mencatat hanya tiga kapal pada Rabu, jauh di bawah rata-rata. Di sisi lain, data klaim pengangguran AS yang turun menjadi 196.000 menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
18 September 2026

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


