Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah ke 5.925 di Akhir Sesi Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,17% menjadi 5.925 pada penutupan perdagangan Selasa (13/10/2026), didukung oleh tekanan dari sektor keuangan dan teknologi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.59 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 46x dibuka
IHSG Melemah ke 5.925 di Akhir Sesi Perdagangan📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada sesi terakhir perdagangan hari ini, Selasa (13/10/2026), dengan penurunan sebesar 10,17 poin atau 0,17% ke level 5.925. Gerakan turun ini terjadi setelah sepanjang sesi pasar mengalami volatilitas yang cukup tinggi, dengan tekanan terutama dari emiten sektor keuangan dan teknologi yang melemah secara signifikan.

Dari total 963 saham yang diperdagangkan, sebanyak 351 menguat, 308 melemah, dan 304 stagnan. Volume perdagangan mencapai 33,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,5 triliun. Indeks sektoral menunjukkan perbedaan performa, di mana energi, konsumer non siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, industri, transportasi, dan kesehatan berada di zona hijau, sementara konsumer siklikal, keuangan, dan teknologi mengalami penurunan.

Di antara saham yang paling menguat, PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 34,15% ke Rp110, disusul PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) yang naik 29,73% ke Rp144, serta PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) yang melonjak 28,48% ke Rp194. Sementara itu, saham yang paling terpuruk adalah Reksa Dana Batavia Smart Liquid ETF turun 15% ke Rp425, PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) melemah 14,71% ke Rp29, dan PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) juga turun 14,71% ke Rp11.

Pasar mengamati kinerja indeks sektoral dan pergerakan saham pendorong utama sebagai indikator sentimen investor. Meskipun terdapat beberapa emiten yang mencatat kenaikan tajam, dominasi penurunan di sektor keuangan dan teknologi menjadi faktor utama yang menekan indeks secara keseluruhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya