Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik 0,95% ke Level 5.439 di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan berakhir menguat 51,35 poin atau 0,95% menjadi 5.439,26 pada Jumat, 23 Oktober 2026, didorong kenaikan saham mayoritas dan sentimen domestik positif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.23 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 50x dibuka
IHSG Naik 0,95% ke Level 5.439 di Akhir Pekan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini dengan kenaikan signifikan, berada di level 5.439,26 setelah menguat 51,35 poin atau 0,95% dari posisi sebelumnya. Pergerakan indeks dimulai dari 5.397,34 dan sempat menyentuh titik terendah harian di 5.366,29 sebelum menunjukkan kekuatan kembali. Di sesi kedua, indeks mengalami koreksi ke kisaran 5.395 namun kembali bangkit dan mencapai puncak harian di 5.455,21 sebelum sedikit melemah di akhir sesi.

Dinamika pasar hari ini didukung oleh aktivitas transaksi yang tinggi, dengan volume perdagangan mencapai 401,84 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp13,85 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 506 saham menguat, 192 saham melemah, sementara 265 lainnya stagnan. Kenaikan indeks menjadi cerminan dari sentimen positif yang muncul dari berbagai isu domestik, termasuk kebijakan terkini terkait pengelolaan sumber daya alam dan rencana restrukturisasi BUMN yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pelaku pasar juga memperhatikan pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai level tertinggi dalam dekade terakhir, serta proyeksi peningkatan penyaluran kredit hingga akhir tahun. Selain itu, program pemerintah untuk memperluas akses rekening bank menjadi fokus utama. Data uang beredar bulan September 2026 dari Bank Indonesia yang akan dirilis dalam waktu dekat juga turut menarik perhatian, mengingat tren pertumbuhan yang melambat selama dua bulan berturut-turut.

Perubahan aturan penghitungan IHSG oleh Bursa Efek Indonesia juga menjadi sorotan. Mulai 2 November 2026, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) tidak lagi dimasukkan dalam perhitungan indeks. Kebijakan ini dilatarbelakangi tujuan agar IHSG lebih akurat merefleksikan kondisi pasar secara luas, sekaligus menyelaraskan perhitungan dengan eksklusi saham di Papan Akselerasi yang telah berlaku sebelumnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya