Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik 1,12 Persen ke Level 5.387

Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 59,54 poin atau 1,12 persen, ditutup di angka 5.387, didukung oleh dominasi saham menguat dan pergerakan positif sektor energi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
IHSG Naik 1,12 Persen ke Level 5.387📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan Kamis (22/10), berakhir di posisi 5.387, meningkat 59,54 poin dari level sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif di pasar modal dalam negeri, seiring dengan aktivitas transaksi yang cukup tinggi. Total nilai transaksi mencapai Rp16,16 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 37,57 miliar saham yang diperjualbelikan.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 467 saham menguat, 204 saham mengalami penurunan, sementara 123 lainnya bergerak datar. Kinerja sektoral menunjukkan dominasi kenaikan, di mana 10 dari 11 sektor menguat. Sektor energi menjadi penguat utama dengan kenaikan hingga 2,02 persen, menggerakkan peta pergerakan pasar secara keseluruhan. Sementara itu, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang melemah, turun 0,68 persen.

Di tingkat regional, bursa saham Asia kebanyakan bergerak melemah. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 3,03 persen, indeks Straits Times di Singapura merosot 0,45 persen, Nikkei 225 di Jepang melemah 2,65 persen, dan indeks Shanghai Composite anjlok 1,48 persen. Di Eropa, pasar juga menunjukkan tekanan, dengan indeks DAX di Jerman turun 1,05 persen dan FTSE 100 di Inggris melemah 0,56 persen.

Namun, di pasar Amerika Serikat, kondisi berbeda. Bursa saham di benua itu menutup perdagangan dalam zona positif. Indeks S&P 500 naik 0,58 persen, NASDAQ Composite menguat 1,05 persen, sementara Dow Jones menguat 0,69 persen. Kenaikan ini memberikan sentimen positif yang ikut mendukung pergerakan pasar di Indonesia meski secara global masih terjadi tekanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya