Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Terkoreksi 1,02% Usai Reshuffle Kabinet Prabowo

Indeks harga saham gabungan turun 1,02% menjadi 6.009,11 menyusul pergantian menteri dalam kabinet, didukung aksi jual asing signifikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Terkoreksi 1,02% Usai Reshuffle Kabinet Prabowo📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada sesi siang perdagangan 1 Oktober 2026, mencatatkan koreksi 62,03 poin atau 1,02% ke level 6.009,11 pada pukul 14.30 WIB. Pelemahan ini terjadi seiring dengan pelantikan sejumlah menteri dan wakil menteri dalam kerangka reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat. Aksi jual asing menjadi pemicu utama, dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp204,30 miliar pada penutupan sesi pertama, menunjukkan ketidakpastian pasar terhadap perubahan struktur kabinet.

Sebanyak 438 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 205 saham yang menguat dan 145 lainnya stagnan. Sektor teknologi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 1,9%, diikuti utilities (1,7%) dan konsumer kritikal (1,6%). Saham-saham pemberat koreksi meliputi GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), DCI Indonesia (DCII), Telkom (TLKM), United Tractors (UNTR), dan Amman Mineral Internasional (AMMN), yang turut menjadi target aksi jual asing.

Di sisi lain, saham-saham yang menjadi penopang koreksi antara lain Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Energi Mega Persada (ENRG), VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), Adaro Andalan Indonesia (AADI), dan Golden Energy Mines (GEMS). Aksi jual asing paling tinggi tercatat pada GOTO dengan nilai Rp62,77 miliar, disusul Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp29,52 miliar, AMMN Rp24,55 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp19,80 miliar, serta Merdeka Copper Gold (MDKA) Rp19,54 miliar.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data ekonomi domestik, termasuk rilis PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi, serta perkembangan eksternal seperti ketegangan geopolitik global, penguatan manufaktur China, serta data inflasi PCE AS yang lebih rendah dari perkiraan. Pergantian jabatan strategis seperti penggantian Kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan pergeseran posisi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi Menko Hilirisasi dan Energi turut memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan ekonomi jangka pendek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya