IHSG Terkoreksi 1,20% ke Level 6.298 Akibat Tekanan Global
Indeks saham domestik turun 76,30 poin atau 1,20% ke posisi 6.298,61 dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga dan inflasi global serta ketegangan geopolitik.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.58 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 51x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona merah, melemah 76,30 poin atau 1,20% ke level 6.298,61. Penurunan ini mencerminkan tekanan dari bursa regional Asia yang juga mengalami koreksi, seiring berlanjutnya ketegangan geopolitik dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Indeks LQ45, yang mengukur kinerja saham unggulan, turun lebih dalam, sebesar 8,68 poin atau 9,92% ke posisi 623,26.
Pengamat pasar menyebut bahwa sentimen negatif berasal dari koreksi di Wall Street dan pasar Eropa, yang terpicu oleh kekhawatiran inflasi global dan ekspektasi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan. Lonjakan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait dinamika negosiasi antara AS dan Iran, turut mendorong risiko inflasi yang lebih tinggi. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerah terhadap tekanan AS, namun tetap terbuka untuk dialog dengan syarat tertentu.
Di sisi lain, pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington menjadi perhatian pasar. Meskipun AS menyatakan kesepakatan memperpanjang gencatan senjata perdagangan hingga 10 Januari 2026, China belum secara resmi mengonfirmasi perpanjangan tersebut. Keterbukaan terhadap isu-isu strategis seperti kecerdasan buatan, Taiwan, dan hubungan ekonomi bilateral tetap menjadi fokus utama, meski ekspektasi terhadap hasil pertemuan tetap moderat.
Dalam negeri, kondisi ekonomi tetap rentan. Meskipun Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada September 2026, tekanan global tetap menghantui, termasuk fluktuasi harga minyak, penguatan dolar AS, serta aliran modal asing yang cenderung keluar. Pertumbuhan ekonomi yang melambat, penurunan belanja masyarakat, serta pelemahan rupiah menjadi tantangan tambahan yang mengurangi optimisme pasar.
Seluruh sektor di bursa Indonesia mengalami penurunan, dengan sektor barang baku menjadi yang paling terdampak, turun 2,00%. Sektor industri dan properti turut melemah masing-masing 1,93% dan 1,62%. Dari sisi saham, BIPP, UNSP, WAPO, FORU, dan ASLI menjadi penguat terbesar, sementara MSIN, SAFE, SDMU, NASI, dan MNCN menjadi yang paling terpuruk. Total transaksi mencapai 1,62 juta kali dengan volume 26,71 miliar lembar saham senilai Rp11,21 triliun, di mana 198 saham naik, 487 turun, dan 278 tidak bergerak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

