IHSG Terkoreksi 1,40% ke Level 6.154 di Akhir Sesi II
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,40% menjadi 6.154 pada penutupan perdagangan Senin (28/9/2026), dipengaruhi dominasi saham melemah dan tekanan jual di sektor utama.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 1,40% pada level 6.154 pada penutupan perdagangan sesi kedua, Senin (28/9/2026). Pergerakan indeks terpantau fluktuatif sepanjang hari, dengan pergerakan terendah menyentuh 6.140 dan tertinggi di 6.227. Posisi pembukaan sesi berada di 6.209, menunjukkan tekanan penurunan yang mulai terasa sejak awal perdagangan.
Dari total saham yang diperdagangkan, 554 saham mengalami penurunan, sementara hanya 192 saham yang menguat dan 217 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan mencapai 34,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,1 triliun, disertai frekuensi transaksi sebanyak 1,6 juta kali. Aktivitas pasar menunjukkan dominasi penjualan yang menguat, terutama di sektor-sektor strategis.
Saham dengan kenaikan terbesar tercatat pada Reksa Dana Indeks Simas ETF (XSBC) dengan kenaikan 34,83%, disusul Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) naik 34,62% dan Berlian Laju Tanker (BLTA) melonjak 34,38%. Di sisi lain, Fortune Indonesia (FORU) menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan 15%, disusul Triniti Dinamik (TRUE) turun 15% dan Hotel Sahid Jaya International (SHID) melemah 14,92%.
Secara sektoral, sektor teknologi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 4,46%, diikuti bahan baku (-3,30%) dan siklikal (-3,04%). Infrastruktur terkoreksi 2,33%, properti turun 1,60%, keuangan melemah 1,19%, non-siklikal terkoreksi 0,98%, kesehatan turun 0,66%, serta industri mengalami penurunan 0,32%. Hanya sektor energi yang bertahan dengan kenaikan tipis 0,04% dan transportasi naik 0,47%.
Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang berlanjut di pasar modal domestik pada awal pekan, dengan sebagian besar sektor mengalami koreksi. Pergerakan ini menunjukkan kecenderungan investor lebih memilih menjaga posisi atau menarik dana dari aset yang dianggap rentan, terutama di tengah ketidakpastian pasar global dan dinamika ekonomi dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
28 September 2026

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Rupiah melemah 0,53% ke posisi Rp17.965 per dolar AS, menyusut mendekati ambang psikologis Rp18.000 akibat kekuatan dolar global dan kenaikan suku bunga The Fed.
28 September 2026

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Kabar rencana akuisisi saham BCA oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam dibantah secara resmi oleh pihak bank, yang menegaskan informasi tersebut tidak benar.
28 September 2026

DPR Desak BI Perkuat Rupiah Berdasarkan Fundamental
Komisi XI DPR menekankan perlunya kebijakan BI yang konsisten memperkuat rupiah sesuai kondisi ekonomi nasional, bukan sekadar menjaga stabilitas melalui pelemahan bertahap.
28 September 2026
Berita Lainnya

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
Senin, 28 September 2026, 18.00 WITA

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Toba Surimi Perbarui Kepemimpinan, Beston Barto Jabat Dirut Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Strategi Intervensi Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

