IHSG Terpuruk 1,2% ke Level 6.298 di Penutupan Kamis
Indeks saham utama Indonesia melemah 76,30 poin atau 1,2% ke posisi 6.298 pada akhir perdagangan Kamis, disertai tekanan dari seluruh sektor dan koreksi global.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.298 pada penutupan perdagangan Kamis (24/9), menunjukkan penurunan sebesar 76,30 poin atau 1,20 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Gerakan negatif ini terjadi di tengah aktivitas pasar yang mencatat volume perdagangan mencapai 29,31 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp11,22 triliun. Pergerakan ini mencerminkan tekanan menjelang akhir pekan, dengan dominasi saham yang melemah dibandingkan yang menguat.
Dari 694 saham yang diperdagangkan, hanya 188 yang menguat, sementara 462 saham tercatat melemah dan 144 lainnya bergerak datar. Seluruh sektor indeks mengalami penurunan, dengan sektor barang baku menjadi yang paling terdampak dengan penurunan mencapai 2 persen. Tekanan ini berasal dari sentimen pasar yang cenderung hati-hati, didorong oleh pergerakan bursa global yang cenderung merah.
Di kawasan Asia, mayoritas pasar saham mengalami koreksi. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,29 persen, Shanghai Composite di Tiongkok melemah 1,22 persen, sementara indeks Straits Times di Singapura terkoreksi 0,49 persen. Di Asia Timur, hanya Nikkei 225 di Jepang yang mampu menunjukkan penguatan sebesar 0,76 persen. Di Eropa, pasar juga terpantau melemah, dengan indeks DAX di Jerman turun 0,49 persen dan FTSE 100 di Inggris terkoreksi 0,02 persen.
Bursa Amerika Serikat juga menunjukkan tren negatif, dengan indeks NASDAQ Composite melemah 1,13 persen, Dow Jones turun 0,68 persen, dan S&P 500 terkoreksi 0,75 persen. Kondisi ini menunjukkan koreksi pasar yang terjadi secara global, yang turut memengaruhi sentimen investor domestik. Penurunan IHSG kali ini merupakan bagian dari pola koreksi yang terjadi di tengah fluktuasi ekonomi global dan kekhawatiran terhadap kondisi pasar keuangan di berbagai wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
26 September 2026

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Investor asing melakukan pembelian bersih signifikan di 10 saham utama saat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,56% pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
26 September 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

IHSG Naik 1,56%, Sektor Dasar Tumbuh Dipimpin BBCA dan DSSA
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.835 di Awal Perdagangan
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

NexAI Raih Kredit Rp10,75 Triliun untuk Perluas Pusat Data
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

