IHSG Terpuruk ke 6.590 Akibat Tekanan Global
Indeks saham domestik anjlok lebih dari 1% ke level 6.590, dipicu kenaikan yield obligasi AS dan eskalasi konflik Iran-Amerika yang dorong harga minyak ke atas US$100 per barel.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.36 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada sesi siang hari, Kamis (10/9/2026), menyentuh level terendah 6.590,79 atau turun lebih dari 1,2% dari posisi sebelumnya yang sempat menyentuh 6.700. Penurunan ini terjadi setelah awal sesi yang menunjukkan kekuatan, namun tekanan jual mendominasi pasar hingga akhir sesi. Sebanyak 524 saham tercatat merosot, hanya 160 yang menguat, sementara 279 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi mencapai Rp 16,53 triliun dengan volume perdagangan mencapai 33,84 miliar lembar saham dalam 2,14 juta kali transaksi.
Sektor keuangan dan energi menjadi yang paling terdampak, dengan sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 2,27%, disusul energi (-1,81%), properti (-1,55%), finansial (-1,34%), dan industri (-1,32%). Hanya sektor utilitas yang masih mampu mencatatkan kenaikan ringan sebesar 0,14%. Beberapa emiten besar menjadi penekan utama, di antaranya Bank BRI yang menyumbang penurunan 15,52 poin, disusul Bank Central Asia (BBCA) dengan 9,39 poin, Bayan Resources (BYAN) 9,97 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 5,02 poin, Amman Mineral (AMMN) 4,03 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) 3,47 poin.
Dua sentimen global utama menjadi pemicu koreksi pasar: pertama, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menandai rekor baru setelah utang federal AS melampaui angka US$40 triliun. Kebijakan buyback obligasi sebesar US$6 miliar—tiga kali lipat dari operasi biasa—justru memicu reaksi negatif pasar. Yield Treasury 10 tahun melonjak ke 4,84%, yield 20 tahun mencapai 5,314%, dan yield 30 tahun menembus 5,3%, menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2023. Kenaikan ini mengurangi daya tarik aset berisiko seperti saham pasar berkembang.
Kedua, ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat memburuk setelah Iran mengklaim menyerang sepuluh kapal di Selat Hormuz, menyusul serangan AS terhadap lima tanker minyak Iran. Kenaikan harga minyak berkelanjutan selama empat hari berturut-turut, dengan minyak Brent mencapai US$101,21 per barel (naik 3,4%) dan WTI berada di US$97,06 per barel (naik 1%). Lonjakan harga energi memperburuk ekspektasi inflasi global dan membatasi ruang kebijakan moneter pelonggaran di berbagai negara. Di AS, harga diesel pun mencatat rekor baru di atas US$5,94 per galon, menunjukkan dampak langsung pada konsumen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


