Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Terus Melorot, Jatuh 10,62% Pasca Trading Halt

Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 10,62% ke level 5.254 setelah bursa kembali beroperasi pasca trading halt akibat penurunan 8% di awal perdagangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 129x dibuka
IHSG Terus Melorot, Jatuh 10,62% Pasca Trading Halt📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan tajam pada hari ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penurunan signifikan hingga mencapai 10,62% pada pukul 10.30 WIB. Penurunan ini terjadi setelah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt selama 30 menit pada pukul 08:58 WIB, menyusul penurunan awal sebesar 8% pada pembukaan perdagangan. Setelah kembali dibuka pada pukul 09:28 WIB, indeks tidak mampu pulih dan justru terus melemah hingga menyentuh level 5.254.

Tindakan trading halt diberlakukan sebagai mekanisme stabilisasi pasar sesuai ketentuan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025. Mekanisme ini dirancang untuk mencegah kerusakan pasar akibat volatilitas ekstrem, terutama jika terjadi penurunan lebih dari 15% dalam satu hari perdagangan. Keputusan ini menunjukkan upaya BEI menjaga keteraturan, keadilan, dan efisiensi sistem perdagangan saham.

Penyebab utama koreksi tajam berasal dari sentimen negatif yang muncul akibat evaluasi yang sedang dilakukan oleh MSCI Inc. terhadap status pasar modal Indonesia. Perusahaan pengelola indeks global itu membuka kemungkinan menurunkan klasifikasi pasar Indonesia dari *Emerging Market* ke *Standalone Market* atau bahkan *Frontier Market*. Penilaian ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan kualitas tata kelola perusahaan yang dinilai belum memadai.

Kondisi ini memperparah arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik, yang telah terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir. Bank Indonesia sebelumnya memprediksi tekanan ini akan tetap berlangsung, terutama jika tidak ada langkah konkret yang diambil untuk memperbaiki kepercayaan investor global. Pergerakan pasar saat ini mencerminkan ketidakpastian yang mendalam terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan pasar modal Indonesia dalam konteks global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya