IndoEBTKE ConEx 2026 Dibuka, Dorong Transisi Energi Menuju Net Zero
Ajang IndoEBTKE ConEx 2026 resmi dibuka dengan fokus mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emissions 2060 melalui kolaborasi lintas sektor.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, secara resmi membuka Indonesia EBTKE Conference and Exhibition (IndoEBTKE ConEx) ke-12 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 2–4 September 2026. Acara ini menjadi wadah strategis bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk 11 asosiasi terkait energi terbarukan seperti METI, untuk memperkuat sinergi dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air.
Dalam sambutannya, Yuliot menekankan bahwa pemanfaatan EBT dapat menurunkan beban biaya listrik secara signifikan bagi masyarakat. Ia mencontohkan negara-negara maju seperti Amerika Utara yang mengandalkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta Prancis yang mengandalkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), sebagai model integrasi energi berkelanjutan. Upaya tersebut, kata dia, menjadi fondasi dari program kemandirian, ketahanan, dan swasembada energi nasional.
Salah satu langkah konkret untuk mencapai swasembada, menurut Yuliot, adalah percepatan adopsi kendaraan listrik serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi terbarukan. Ia juga memperingatkan bahwa keterlambatan transisi energi akan berdampak serius terhadap keuangan negara, terutama akibat fluktuasi harga energi fosil yang saat ini masih menjadi pemasok utama. "Ketergantungan pada energi fosil yang harga fluktuatif dan berbiaya tinggi akan terus membebani fiskal negara," tegasnya.
IndoEBTKE ConEx 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Acara ini akan menyajikan diskusi mendalam tentang kebijakan, pembiayaan, dan inovasi teknologi energi baru terbarukan. Selain pameran, agenda utama meliputi penandatanganan MoU yang mendukung program 100 GW dan Program Listrik Desa, yang sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


