Indofarma Siap Ubah Kepemimpinan Melalui RUPSLB 2026
Perseroan akan gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk perubahan susunan pengurus, dijadwalkan 29 Oktober 2026 secara elektronik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 21.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Indofarma (Persero) Tbk akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun 2026 dengan fokus utama pada perubahan susunan pengurus perusahaan. Rapat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, dimulai pukul 14.00 WIB dan akan dilaksanakan secara elektronik melalui sistem e-RUPS yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui platform eASY.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam proses tata kelola perusahaan, terutama terkait penyesuaian struktur kepemimpinan. Menurut pernyataan manajemen, agenda utama rapat adalah perubahan susunan direksi dan komisaris, yang harus melalui mekanisme persetujuan khusus oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. Keputusan dalam rapat harus disetujui oleh pemegang saham kategori tersebut sebagai bagian dari ketentuan Anggaran Dasar perusahaan.
Pemilihan anggota direksi dan komisaris dilakukan berdasarkan usulan dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, dan usulan tersebut bersifat mengikat bagi rapat. Ketentuan ini juga berlaku jika rapat digelar untuk mencabut atau menguatkan keputusan pemberhentian sementara anggota direksi atau komisaris. Proses ini menegaskan peran krusial pemegang saham khusus dalam menentukan arah kepemimpinan perusahaan.
Dengan pelaksanaan RUPSLB secara digital, Indofarma menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan efisiensi dalam tata kelola perusahaan. Melalui sistem e-RUPS, para pemegang saham dapat mengikuti rapat tanpa batas lokasi, memastikan partisipasi yang lebih inklusif dan terdokumentasi secara resmi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Kaya Gas, Tapi Masih Impor LPG
Kekayaan gas alam Indonesia tidak menyebabkan penghentian impor LPG karena keterbatasan komposisi gas bumi yang tidak sesuai untuk produksi LPG domestik.
7 Oktober 2026

IMF Beri Pinjaman US$189 Juta untuk Atasi Krisis Ekonomi Papua Nugini
Dana Moneter Internasional menyetujui bantuan keuangan sebesar US$189 juta kepada Papua Nugini untuk menopang stabilitas ekonomi di tengah tekanan dari stagnasi produksi LNG dan dampak iklim.
7 Oktober 2026

LPS Siapkan Aturan Baru Biaya Operasional Berbasis Kinerja 2027
LPS menyusun peraturan baru untuk standar biaya operasional berbasis kinerja, menggantikan sistem berbasis masukan, mulai tahun 2027 sesuai amanat UU P2SK.
7 Oktober 2026

Rupiah Melemah Tipis di Akhir Pekan, Dolar AS Berada di Rp17.875
Nilai tukar rupiah berakhir di Rp17.875 per dolar AS, menguat sedikit dari posisi sebelumnya, seiring tekanan eksternal dan pergerakan cadangan devisa BI.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center AI Harus Seimbangkan Kebutuhan Publik dan Digital
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Haji 2027: Biaya Pelunasan Turun Jadi Rp23 Juta Berkat Subsidi
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Indonesia Siap Raih Ekspor Nikel US$40 Miliar pada 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

550 WNI Ditahan di Kamboja Usai Operasi Anti-Penipuan Online
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Mendagri Hadiri Taklimat Presiden untuk Perwira Tinggi TNI-Polri
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Pemerintah Tegas Atur Penggunaan Kontraktor Lokal di Sektor Pertambangan
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Ibu Rumah Tangga Palembang Kembangkan Usaha dari Modal Rp2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

IPOT X Revolusi Baru di Dunia Investasi Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

