Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia-Arab Saudi Tingkatkan Kolaborasi Riset dan Pendidikan Unggul

Kerja sama pendidikan tinggi dan riset antara Indonesia dan Arab Saudi diperkuat melalui 95 dokumen aktif dan komitmen 1.000 beasiswa untuk tahun akademik 2026–2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 14.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia-Arab Saudi Tingkatkan Kolaborasi Riset dan Pendidikan Unggul
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi antara Indonesia dan Arab Saudi terus diperluas untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia unggul. Hingga tahun ini, tercatat 95 dokumen kerja sama aktif yang melibatkan perguruan tinggi kedua negara, mencakup berbagai aspek seperti penelitian bersama, pertukaran akademik, pengembangan kurikulum, serta kolaborasi dalam pusat keilmuan. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memperdalam kemitraan di sektor prioritas nasional kedua negara.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan pentingnya memperluas cakupan kolaborasi, khususnya dalam bidang STEM dan inovasi berbasis riset. Ia menyampaikan bahwa kemitraan yang telah terjalin menjadi modal strategis untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret dan berdampak nyata. Selain itu, Arab Saudi telah menetapkan komitmen menyediakan 1.000 kuota beasiswa bagi pelajar Indonesia pada periode akademik 2026–2027, sebagai bagian dari upaya memperkuat mobilitas akademik dan pengembangan talenta.

Dalam upaya memperkuat riset bersama, pihak Arab Saudi merencanakan asesmen untuk mengidentifikasi tiga hingga lima perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki potensi menjadi mitra utama dalam program penelitian bersama. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih terarah dan efektif. Beberapa kemitraan telah terbentuk, seperti antara Universitas Negeri Surabaya dengan Saudi Electronic University, serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Makassar, Yogyakarta, dan Bandung.

Peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi fokus, termasuk pemanfaatan modul digital dan penguatan kapasitas dosen melalui studi doktoral di bidang-bidang strategis. Menteri Pendidikan Arab Saudi menekankan perlunya keterkaitan riset dengan kebutuhan pasar dan dunia industri. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya berdampak akademik, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi dan inovasi teknologi di kedua negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya