Indonesia Dorong Produksi Dalam Negeri, Hindari Impor KRL Bekas
Menteri Perdagangan menegaskan belum ada pengajuan impor KRL bekas dari Jepang, seiring upaya memperkuat industri dalam negeri sebagai solusi jangka panjang.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.19 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 22x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Perdagangan belum menerima pengajuan impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang, meski sebelumnya sempat muncul wacana sebagai langkah sementara. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa produksi dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan, sehingga tidak perlu lagi mengimpor kendaraan bekas. Ia menekankan bahwa hingga hari ini, tidak ada permohonan resmi dari instansi terkait, termasuk Kementerian Perindustrian, terkait rencana impor tersebut.
Pemerintah tetap membuka ruang bagi pengajuan resmi, namun menegaskan bahwa proses impor kereta bekas harus memenuhi aturan ketat. Regulasi yang berlaku menetapkan batas usia maksimal 20 tahun bagi kereta yang diimpor, serta memerlukan rekomendasi dari kementerian teknis. Proses ini dilakukan untuk menjamin keselamatan, kualitas, dan kelayakan operasional kereta yang masuk ke dalam sistem transportasi nasional.
Pertimbangan untuk impor muncul dari kondisi riil di lapangan, khususnya di koridor Jabodetabek yang mengalami peningkatan jumlah penumpang hingga 11,3 persen pada semester pertama 2026. Jumlah penumpang harian kini mencapai sekitar 1,1 juta orang, melebihi kapasitas yang tersedia. Sementara itu, rata-rata usia armada KRL yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melebihi 41 tahun, menunjukkan urgensi penggantian sarana transportasi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, sebelumnya mengusulkan impor kereta bekas sebagai solusi jangka pendek, sambil menunggu peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Namun, hingga kini, usulan itu belum dikonfirmasi melalui proses formal. Pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat industri lokal sebagai fondasi utama pengembangan transportasi massal yang berkelanjutan dan mandiri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

