Indonesia Dorong Transisi Iklim Berkeadilan di Forum PBB
Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan komitmen nasional dan aksi nyata Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim di ajang PBB, menekankan sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.01 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam forum tingkat tinggi di Markas PBB, New York, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat menegaskan bahwa Indonesia menjadikan komitmen iklim sebagai fondasi utama dalam pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa upaya menekan emisi tidak boleh mengorbankan kesejahteraan rakyat, melainkan harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan pengentasan kemiskinan. Pesan ini disampaikan dalam rangkaian Interactive Leaders Dialogue pada Climate Summit 2026, yang menjadi bagian dari Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
Indonesia menegaskan kembali komitmen NDC untuk mencapai emisi netral pada 2060 atau lebih awal, dengan menjadikan transisi iklim sebagai bagian integral dari kebijakan nasional. Aksi yang dipaparkan mencakup dekarbonisasi industri, pengembangan energi surya skala besar, penerapan B50, serta pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi ekonomi rendah karbon. Semua kebijakan ini, menurut Menteri Jumhur, harus berjalan dengan prinsip keadilan, kepemimpinan nasional, dan fokus pada kesejahteraan rakyat.
Dalam tiga dialog solusi, Indonesia menyoroti pentingnya pembiayaan iklim yang terjangkau dan transparan, terutama untuk negara berkembang. Pembiayaan harus mendukung implementasi NDC dan Rencana Adaptasi Nasional, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Negara juga menekankan perlunya dukungan terhadap kehilangan dan kerusakan (loss and damage) yang cepat, memadai, dan mudah diakses. Pengurangan emisi metana—yang menyumbang 18,12 persen dari total emisi gas rumah kaca pada 2022—diprioritaskan melalui perbaikan pengelolaan sampah dan air limbah, serta penerapan ekonomi sirkular.
Di sektor adaptasi, sebagai negara kepulauan, Indonesia mengembangkan Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa sambil memperkuat restorasi mangrove dan ekosistem pesisir. Upaya ini bertujuan melindungi masyarakat, mata pencaharian, dan pembangunan wilayah dari ancaman kenaikan permukaan laut. Menteri Jumhur menegaskan bahwa adaptasi dan mitigasi harus berjalan bersama, bukan saling menggantikan.
Menjelang COP31 di Antalya, Indonesia menyerukan perbaikan ambang tujuan pembiayaan iklim baru yang kredibel, serta memperkuat multilateralisme yang memberi ruang nyata bagi negara dan masyarakat paling rentan. “Kita tidak lagi hanya berbicara soal ambisi, tapi tentang hasil nyata yang terukur dan berdampak langsung bagi rakyat,” tegasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Iran Tegaskan Kemandirian Hadapi Tekanan Barat di PBB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tak akan menyerah atau tunduk pada tekanan AS dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB.
24 September 2026

Pezeshkian Tekankan Legitimasi Iran di Sidang PBB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB dengan menegaskan legitimasi bangsa Iran dan menyoroti pelanggaran hukum internasional oleh Amerika Serikat.
24 September 2026

Netanyahu Hadapi Badai Diplomatik di PBB
Perdana menteri Israel menggelar pidato di PBB dengan menyerang wali kota New York yang menuduhnya sebagai pelaku genosida, sementara kritik terhadap kebijakan perang Gaza makin menguat menjelang pemilu.
24 September 2026

Sarjana Pilih Jadi ART di Taiwan, Gaji Rp10 Juta Bulanan
Lulusan ekonomi asal Jawa Timur memilih bekerja sebagai asisten rumah tangga di Taiwan dengan pendapatan Rp10 juta per bulan, berhasil lunasi utang keluarga dalam waktu satu tahun.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

