Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Punya Produksi Katoda-Anoda, Tapi Masih Ekspor Sebelum Pakai Sendiri

Indonesia telah mampu memproduksi katoda dan anoda baterai listrik, namun masih mengekspor komponen tersebut sebelum kembali diimpor dalam bentuk cell untuk dipacking di dalam negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Indonesia Punya Produksi Katoda-Anoda, Tapi Masih Ekspor Sebelum Pakai Sendiri📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia telah berhasil membentuk kapasitas produksi katoda dan anoda baterai listrik secara mandiri, dengan fasilitas yang beroperasi di Kendal menjadi bagian dari jaringan pasok global. Menurut pernyataan resmi dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, produksi komponen kunci ini telah menunjukkan kemampuan lokal yang signifikan, bahkan mampu menjangkau pasar internasional.

Namun, di tengah pencapaian ini muncul tantangan struktural: hasil produksi dalam negeri justru diekspor dalam bentuk bahan baku sebelum kembali masuk ke Indonesia dalam bentuk cell baterai. Proses ini mencerminkan ketidaklengkapan integrasi rantai nilai, di mana tahap pengemasan atau packaging dilakukan di dalam negeri meski komponen utamanya sudah diproduksi di sini.

Pemimpin Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menekankan bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki fondasi penting untuk menjadi pemain utama dalam industri baterai. Kekuatan awal terletak pada produksi katoda dan anoda yang sudah berjalan secara lokal, tetapi belum didukung oleh proses manufaktur lanjutan di dalam negeri.

Untuk mengatasi celah tersebut, pemerintah tengah membangun Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai upaya strategis memperkuat ekosistem baterai nasional. Tujuannya adalah meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan memastikan lebih banyak proses produksi berlangsung di dalam negeri, bukan sekadar perakitan atau packaging.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi tempat perakitan, tetapi berpotensi menguasai nilai tambah penuh dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik. Peningkatan integrasi industri menjadi kunci agar keunggulan produksi lokal benar-benar berdampak pada kemandirian dan daya saing nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya