Langit Oranye di Kalimantan Akibat Asap Karhutla
Warga Kalimantan Tengah melaporkan langit berwarna oranye pekat di siang hari akibat kabut asap dari kebakaran hutan, fenomena yang dijelaskan sebagai hasil hamburan cahaya oleh partikel asap.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dilaporkan mengalami perubahan warna langit menjadi oranye kemerahan pada siang hari, memicu kekhawatiran dan perbincangan luas di media sosial. Video yang dibagikan oleh warga menunjukkan suasana sekitar rumah dengan langit yang tampak seperti kulit jeruk, menimbulkan reaksi takut dan heran dari penonton. Unggahan tersebut mendapatkan lebih dari 4,4 juta tayangan dan ribuan respons dalam waktu singkat, menunjukkan dampak luas dari fenomena visual ini.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam bidang astronomi, Profesor Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa perubahan warna langit bukanlah fenomena aneh atau tanda bencana alam mendekat. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat partikel asap dari kebakaran hutan dan lahan yang menghalangi cahaya dengan panjang gelombang pendek. Dalam kondisi normal, cahaya matahari terdiri dari berbagai warna spektrum, namun saat melalui lapisan asap, cahaya biru, ungu, dan hijau dihamburkan, sehingga yang tersisa adalah dominasi warna merah, jingga, dan kuning.
Proses ini dikenal sebagai Mie Scattering, yaitu penghamburan cahaya oleh partikel di atmosfer yang ukurannya sebanding dengan panjang gelombang cahaya. Fenomena serupa pernah terjadi di wilayah lain saat terjadi kebakaran besar, seperti di wilayah Asia Tenggara lainnya. Thomas menekankan bahwa hamburan cahaya ini merupakan proses fisika alamiah yang tidak berbahaya secara langsung, meski tetap perlu diwaspadai karena asapnya sendiri bisa mengganggu kesehatan pernapasan.
Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik terhadap perubahan warna langit, tetapi sebaiknya fokus pada upaya mitigasi asap, seperti menghindari aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk. Menurutnya, fenomena ini adalah indikator dari kondisi lingkungan yang terganggu, bukan tanda adanya peristiwa ekstrem lainnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Erin Wartia Laporkan Rieke Diah Pitaloka ke MKD atas Dugaan Overlap Kewenangan
Erin Wartia resmi melaporkan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke MKD atas dugaan pelanggaran kode etik terkait intervensi dalam kasus hukum yang melibatkan mantan asistennya.
21 September 2026

Harmonisasi Hukum dan Kontrak ABK Jadi Fokus Reformasi Perlindungan Pekerja Migran
Anggota DPR RI menekankan perlunya sinkronisasi regulasi dan penegakan hukum serta penataan kontrak kerja ABK pasca-ratifikasi Konvensi ILO C188.
21 September 2026

Dua Korban KM Virgo Ditemukan di Pantai Seruyan Kalteng
Dua jasad diduga korban KM Virgo Transport 8 ditemukan di Pantai Seruyan, Kalteng, dalam upaya pencarian yang terus diperluas oleh Tim SAR Gabungan.
21 September 2026

Kebakaran di Pasar Mobil Kemayoran, 22 Unit Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam, dengan 22 unit mobil damkar dan 88 personel diterjunkan untuk memadamkan api.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

