Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri WAICO

Indonesia secara resmi menandatangani perjanjian pendirian Organisasi Kerja Sama Akal Imitasi Global sebagai anggota pendiri, menegaskan komitmen global dalam tata kelola AI berkelanjutan dan beretika.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri WAICO📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Indonesia secara resmi menyatakan kehadirannya sebagai salah satu negara pendiri Organisasi Kerja Sama Akal Imitasi Global (WAICO) pada Kamis, 16 Juli 2026, di Shanghai, dalam sebuah acara internasional yang dihadiri sejumlah pemimpin dunia. Penandatanganan kerangka kerja sama dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto atas arahan Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya menekankan pentingnya kolaborasi global dalam pengembangan teknologi berkelanjutan.

Dokumen yang ditandatangani berisi komitmen bersama dari 29 negara untuk membentuk WAICO sebagai lembaga antarpemerintah yang diakui secara hukum internasional. Organisasi ini didukung oleh prinsip-prinsip Piagam PBB, dengan fokus pada konsultasi luas, kontribusi bersama, dan pendekatan yang berpusat pada manusia. Tujuan utamanya adalah memperkuat tata kelola global AI agar lebih inklusif, aman, dan dapat dipercaya.

Airlangga menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan langkah strategis untuk memengaruhi arah pengembangan teknologi secara global, khususnya bagi negara berkembang. Ia menyampaikan bahwa inisiatif ini mendukung agenda pembangunan berkelanjutan PBB dan berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui inovasi yang beretika. “Ini adalah tonggak bersejarah bagi Indonesia dalam menegaskan peran aktif di kancah global,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula sejumlah tokoh internasional seperti Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Wakil Perdana Menteri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Maxim Oreshkin, serta perwakilan dari Kazakhstan, Laos, Brasil, dan Afrika Selatan. Keberadaan mereka menunjukkan dukungan luas terhadap pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan akal imitasi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya