Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Siap Wujudkan Ekosistem EV Utuh dari Hulu ke Hilir

Pemerintah optimistis mampu bangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh, didukung data pertumbuhan pasar dan investasi strategis dari produsen global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 14.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Siap Wujudkan Ekosistem EV Utuh dari Hulu ke Hilir
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Indonesia memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan industri kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari pengolahan bahan baku hingga daur ulang baterai. Menteri Perindustrian menegaskan bahwa potensi sumber daya alam, kebijakan strategis, dan investasi asing telah menciptakan kondisi ideal bagi pembangunan ekosistem EV yang terintegrasi dan berkelanjutan. Fokus utama kini bukan hanya pada produksi kendaraan, tetapi juga pada penguatan seluruh rantai pasok industri dalam negeri.

Peresmian fasilitas produksi BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi bukti nyata komitmen dunia usaha terhadap transformasi industri nasional. Lokasi ini dipilih karena menjadi pusat industri terbesar di Indonesia, dengan infrastruktur dan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai. Kehadiran BYD di wilayah tersebut diharapkan mendorong sinergi antar sektor, termasuk pengembangan teknologi, logistik, dan pasar domestik.

Data terbaru menunjukkan perkembangan pesat pasar kendaraan listrik di Tanah Air. Hingga April 2026, jumlah kendaraan listrik telah mencapai 468.231 unit, terdiri dari 242.909 unit roda dua dan 223.100 unit roda empat. Pada semester pertama 2026, penjualan BEV mencapai 70.095 unit dengan pangsa pasar 16,06 persen, sementara HEV mencatatkan 40.405 unit atau 9,26 persen dari total penjualan mobil nasional. Angka ini mencerminkan adopsi pasar yang terus meningkat.

Dalam periode yang relatif singkat, BYD telah menunjukkan dominasi di pasar mobil listrik roda empat. Dari 2024 hingga pertengahan 2026, perusahaan ini berhasil menjual 93.869 unit di Indonesia, memperoleh pangsa pasar sebesar 43,2 persen. Produk yang dipasarkan juga telah memenuhi standar TKDN antara 40,8 hingga 47 persen, menunjukkan keterlibatan tinggi terhadap industri dalam negeri.

Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan pasar harus diikuti dengan peningkatan kapasitas manufaktur lokal. Tujuan jangka panjang adalah menciptakan ekosistem EV yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global. Dengan dukungan investasi strategis dan kebijakan yang sinergis, Indonesia siap menjadi bagian penting dari rantai pasok kendaraan listrik dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya