Indonesia Tancap Gas Tiru Jalur Korsel Jadi Negara Maju
Pemerintah menetapkan sektor prioritas untuk mengejar ambisi jadi negara maju dengan mengacu pada performa Korea Selatan di masa lalu.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.13 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia kini mengambil Korea Selatan sebagai model utama dalam perjalanan transformasi ekonomi menuju status negara maju. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa pencapaian saat ini—dengan pertumbuhan manufaktur 3,77 persen, investasi 4,84 persen, dan PDB sekitar 5,16 persen—masih jauh dari level yang dibutuhkan. Ia menyoroti bahwa pada masa transisi menuju ekonomi berpendapatan tinggi, Korea Selatan pernah mencatat pertumbuhan manufaktur di atas 10,7 persen, investasi lebih dari 10,6 persen, serta PDB tumbuh hampir 8,8 persen per tahun.
Untuk menyelaraskan target tersebut, pemerintah telah menentukan enam sektor strategis sebagai fokus utama pembangunan. Lima di antaranya adalah infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, serta energi terbarukan. Keenam sektor ini dipilih karena dianggap mampu mendorong pertumbuhan inklusif, meningkatkan daya saing, dan memperkuat struktur ekonomi jangka panjang.
Namun, Suahasil menekankan bahwa pencapaian target tidak hanya bergantung pada fokus sektor, tetapi juga pada ketersediaan enabler yang mendukung. Lima pilar utama yang harus diperkuat meliputi kualitas sumber daya manusia, produktivitas kerja, infrastruktur dan konektivitas yang handal, institusi pemerintahan yang efisien dan regulasi yang pasti, stabilitas makroekonomi, kondisi pembiayaan yang kompetitif, serta stabilitas politik dan keamanan nasional.
Dengan menggabungkan ambisi besar dan pendekatan berbasis data, pemerintah berharap dapat mempercepat transformasi ekonomi nasional. Langkah ini bukan hanya untuk mengejar pertumbuhan, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh agar Indonesia mampu bersaing di panggung global sebagai negara maju yang berkelanjutan dan mandiri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
26 September 2026

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Investor asing melakukan pembelian bersih signifikan di 10 saham utama saat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,56% pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
26 September 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

IHSG Naik 1,56%, Sektor Dasar Tumbuh Dipimpin BBCA dan DSSA
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.835 di Awal Perdagangan
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

NexAI Raih Kredit Rp10,75 Triliun untuk Perluas Pusat Data
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

