Inflasi Agustus 2026 Naik 0,21% Didorong Harga Pangan dan Emas
Inflasi bulanan Agustus 2026 mencapai 0,21% dipicu kenaikan harga beras, ayam, cabai, dan emas perhiasan, sementara inflasi tahunan berada di 3,19%.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 12.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Inflasi bulanan pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,21%, menunjukkan kenaikan dari bulan sebelumnya yang sempat deflasi 0,14%. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pasar yang memprediksi inflasi bulanan sebesar 0,17%. Kenaikan tersebut dominan berasal dari sektor makanan, minuman, dan tembakau, yang menyumbang sebesar 0,17% terhadap total inflasi.
Penyebab utama kenaikan harga terjadi pada komoditas pangan pokok, khususnya beras, ayam ras, cabai rawit, dan ikan segar. Ketiga komoditas ini mengalami kenaikan signifikan dalam harga, memengaruhi daya beli masyarakat. Selain pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut berkontribusi, terutama emas perhiasan yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.
Secara tahunan, inflasi mencapai 3,19%, melampaui perkiraan pasar yang sebesar 3,11%. Komoditas utama yang mendorong kenaikan tahunan meliputi daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, emas perhiasan, bensin, tarif angkutan udara, dan oli mesin. Kenaikan harga beberapa komoditas ini berlangsung secara bertahap sejak awal tahun dan menunjukkan tekanan terhadap stabilitas harga pangan dan energi.
Dengan tren ini, pemerintah diharapkan memperkuat koordinasi antar daerah untuk menjamin pasokan pangan dan menekan fluktuasi harga. Kebijakan penjagaan pasokan, distribusi yang merata, serta pengawasan harga tetap menjadi kunci utama menjaga inflasi tetap terkendali dalam target yang ditetapkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

