Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Influencer Kritis Pemerintah Dibunuh di Kano

Seorang tokoh media sosial asal Kano, Nigeria, yang dikenal karena kritik tajam terhadap pemerintah, tewas dengan luka parah di kepala dan tenggorokan dalam kejadian yang diduga terkait aktivisme politiknya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.35 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
Influencer Kritis Pemerintah Dibunuh di Kano📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang warga Kano, Nigeria, berusia 57 tahun bernama Ibrahim Khalil Dan Shagamu, ditemukan tewas di rumahnya pada Selasa malam dengan luka serius di kepala dan tenggorokan yang mengalami potongan. Teman dan tetangga setempat melaporkan bahwa mereka mencurigai pelaku memanjat pagar setelah gagal membuka pintu sejak Senin. Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya tensi politik menjelang pemilu presiden yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2027.

Kakak kandung korban, Aisha Sharu Lawan, menggambarkan kondisi tubuh sang adik sebagai sangat menggemparkan. Ia menyebut kedua ponsel korban hilang dan menunjukkan adanya indikasi kekerasan yang terencana. Lawan juga menyampaikan bahwa Dan Shagamu pernah menerima ancaman nyata dari beberapa individu yang sempat berselisih paham dengannya secara langsung. Ia menyerukan investigasi menyeluruh dan hukuman tegas terhadap pelaku pembunuhan.

Dan Shagamu dikenal luas melalui konten video di Facebook dan TikTok yang dibuat dalam bahasa Hausa, dengan gaya kritis terhadap kebijakan pemerintah lokal dan isu sosial. Ia memiliki basis pengikut mencapai ratusan ribu, sebelum menjabat sebagai reporter radio lokal yang didanai negara. Aktivitasnya di media sosial menjadi platform utama untuk menyuarakan ketidakpuasan publik terhadap sistem politik yang dianggap korup dan tidak akuntabel.

Amnesty International mengecam tindakan tersebut sebagai pembunuhan brutal yang menunjukkan bahaya serius bagi hak-hak dasar penyuaran pendapat di Nigeria. Organisasi tersebut menekankan bahwa kekerasan politik dan intimidasi terhadap tokoh kritis semakin sering terjadi, terutama menjelang pemilihan umum. Laporan terakhir menyebutkan adanya praktik perekrutan preman oleh politisi untuk menekan oposisi dan mengacaukan proses demokrasi.

Pembunuhan Dan Shagamu kembali menggambarkan kerentanan aktivis dan jurnalis di Nigeria, di mana kebebasan berekspresi terus terancam, terutama dalam konteks kompetisi politik yang intens. Kepolisian setempat diminta segera mengungkap motif dan pelaku, sementara masyarakat sipil meminta perlindungan lebih besar bagi mereka yang berani mengungkap kebenaran.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

BKN Percepat Hak ASN Gugur di Papua

Badan Kepegawaian Negara menjamin penyelesaian cepat hak kepegawaian tiga ASN yang gugur dalam tugas di Jayawijaya, termasuk kenaikan pangkat anumerta dan jaminan finansial bagi keluarga.

11 September 2026

Berita Lainnya