Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Influenza A Bisa Hidup 2 Hari di Permukaan, Waspada Saat Sentuh Benda

Virus Influenza A dapat bertahan hingga 2 hari pada permukaan berpori dan 12 jam di kain, memicu risiko penularan melalui sentuhan langsung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Influenza A Bisa Hidup 2 Hari di Permukaan, Waspada Saat Sentuh Benda📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Virus Influenza A, khususnya subtip H1N1 dan H3N2, kembali menjadi perhatian karena potensi penyebarannya melalui permukaan benda. Selain penularan melalui tetesan pernapasan saat batuk atau bersin, virus ini juga mampu bertahan pada berbagai material, menimbulkan ancaman tersembunyi di lingkungan sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, virus dapat tetap aktif pada permukaan seperti meja, gagang pintu, dan peralatan umum selama dua hari.

Pada bahan berpori seperti kain atau kertas, masa hidup virus tercatat mencapai 12 jam. Hal ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan permukaan yang sering disentuh, terutama di ruang publik dan tempat kerja. Ahli infeksi dan penyakit tropis dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa kontak langsung dengan permukaan terkontaminasi menjadi salah satu jalur penularan yang sering diabaikan.

Dalam paparannya, dokter spesialis anak tersebut menekankan tiga langkah kunci pencegahan: mencuci tangan secara rutin, menghindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan, serta menjaga jarak minimal satu meter dari orang yang sedang batuk atau bersin. Penggunaan masker di ruangan tertutup juga disarankan, terutama saat kondisi musim flu meningkat.

Gejala infeksi Influenza A lebih parah dibandingkan flu biasa, dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan sebagai ciri utama. Jika muncul demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh, disertai batuk atau hidung tersumbat, segera lakukan pemeriksaan medis. Virus ini mampu menginfeksi dan merusak sel-sel pernapasan, sehingga pencegahan dini sangat penting untuk menghindari komplikasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya