Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Dinilai Tak Mencukupi Dorong Perubahan
Insentif pembelian motor listrik sebesar Rp3 juta dinilai kurang efektif untuk mendorong transisi dari kendaraan berbahan bakar minyak, berdasarkan analisis lembaga kajian energi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah menetapkan insentif pembelian motor listrik sebesar Rp3 juta per unit, angka yang lebih rendah dari rencana awal sebesar Rp5 juta. Anggaran sebesar Rp3 triliun disiapkan untuk mendukung 1 juta unit kendaraan listrik hasil produksi dalam negeri. Namun, kebijakan ini belum dapat dilaksanakan karena Peraturan Menteri Keuangan yang menjadi dasar pelaksanaan belum diterbitkan.
Sebelumnya, insentif serupa pada periode 2023–2024 memberikan potongan harga hingga Rp7 juta per unit, yang dinilai lebih menarik bagi konsumen. Menurut Direktur Program Transformasi Sistem Energi Institute for Essential Services Reform (IESR), Deon Arinaldo, insentif sebesar Rp3 juta dirasa terlalu kecil untuk mengatasi perbedaan harga dan pertimbangan ekonomi pengguna. Tanpa insentif yang cukup, tingkat adopsi kendaraan listrik diprediksi tidak optimal.
IESR menyarankan agar kebijakan tidak hanya berfokus pada insentif pembelian, tetapi juga melibatkan pendekatan komprehensif. Dalam simulasi, insentif Rp5 juta ditambah subsidi tukar tambah Rp3 juta serta kenaikan harga bahan bakar minyak hingga mencapai titik ekonomi, dapat meningkatkan adopsi motor listrik hingga 810 ribu unit pada 2030 dibandingkan skenario tanpa intervensi. Kebijakan ini perlu didukung oleh infrastruktur pengisian dan penggantian baterai yang memadai.
Dampak jangka panjang dari peralihan satu motor berbahan bakar minyak ke motor listrik dinilai signifikan. Secara finansial, pemerintah dapat menghemat sekitar Rp5,6 juta per kendaraan dalam sepuluh tahun, terhitung dari pengurangan subsidi dan impor bahan bakar. Bila dimasukkan manfaat non-finansial seperti pengurangan emisi karbon, polusi udara, dan devisa, nilai manfaat bisa mencapai Rp28 juta per unit.
Biaya operasional motor listrik juga lebih rendah, diperkirakan Rp346 per kilometer dibandingkan motor konvensional yang mencapai Rp506 per kilometer. Deon menegaskan bahwa insentif kendaraan listrik bukan sekadar subsidi, melainkan investasi strategis dalam transformasi energi yang memberikan manfaat ganda bagi negara dan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

