Instagram Akui Fitur Istirahat Remaja Jarang Digunakan
CEO Instagram mengungkapkan bahwa fitur 'Take a Break' hanya sedikit digunakan remaja hingga diaktifkan secara otomatis, dalam persidangan gugatan terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam persidangan di pengadilan federal Oakland, California, Adam Mosseri, pemimpin Instagram, mengungkapkan bahwa fitur perlindungan berupa 'Take a Break' yang dirancang untuk membatasi penggunaan media sosial oleh remaja, jarang dimanfaatkan secara mandiri. Ia menjelaskan bahwa meskipun fitur tersebut diluncurkan pada 2021 dalam uji coba awal, sebagian besar remaja yang mengaktifkannya tetap memilih untuk melanjutkan penggunaan setelah waktu istirahat. Namun, jumlah pengguna yang secara sukarela mengaktifkan fitur ini setelahnya sangat rendah, sehingga perusahaan memutuskan untuk tidak mengaktifkannya secara default dalam periode awal.
Mosseri menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena ketidakpedulian terhadap kesejahteraan pengguna muda, melainkan hasil dari data yang menunjukkan bahwa kebanyakan remaja tidak menginginkan fitur tersebut aktif secara otomatis. Ia menyatakan bahwa perusahaan berupaya menyesuaikan pengalaman pengguna dengan preferensi mereka, meski tetap mempertimbangkan aspek keselamatan. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang yang menjadi bagian dari gugatan bersama oleh 29 negara bagian Amerika Serikat terhadap Meta, yang menuduh perusahaan menyebabkan ketergantungan pada platform sosial di kalangan anak-anak.
Sebelumnya, Francesco Fogu, direktur desain produk Instagram, juga memberikan kesaksian bahwa timnya telah menyadari bahwa tingkat pengaktifan fitur 'Take a Break' akan menurun drastis jika tidak dijadikan setelan awal. Dalam presentasi internal tahun 2023, tim menyoroti risiko tinggi yang dihadapi remaja, termasuk paparan konten tentang kekerasan, kebencian, bunuh diri, dan seksualitas, yang lebih sering dilihat dibandingkan pengguna dewasa. Dokumen tersebut, yang menunjukkan data sensitif, diduga telah dihapus dari arsip internal perusahaan.
Persidangan ini dianggap sebagai salah satu kasus hukum terbesar terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja di Amerika Serikat. Gugatan menekankan bahwa Meta diduga melanggar hukum federal dengan mengumpulkan data anak di bawah usia 13 tahun secara ilegal, yang dapat berpotensi menimbulkan sanksi hingga mencapai nilai 200 miliar dolar AS. Para ahli menyebut sidang ini sebagai tonggak penting dalam penilaian tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap pengguna muda.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026

7-10 Oktober 2026, Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Hadirkan Inovasi Berbasis AI
Hospital Expo 2026 di BSD City akan menampilkan lebih dari 600 peserta dengan teknologi kesehatan canggih berbasis kecerdasan buatan, termasuk alat bedah robotik dan deteksi risiko penyakit melalui analisis retina.
8 September 2026
Berita Lainnya

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


