Integrasi RDTR-OSS Dipercepat untuk Dorong Investasi
BKPM mendorong pemerintah daerah mempercepat integrasi RDTR dengan OSS agar perizinan lebih efisien dan mengurangi tumpang tindih lahan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kementerian Investasi dan Hilirisasi, melalui BKPM, kembali menekankan pentingnya integrasi antara Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan sistem Online Single Submission (OSS) di seluruh wilayah Indonesia. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk menyederhanakan proses perizinan dan mempercepat realisasi proyek investasi di daerah. Saat ini, baru sekitar 25 persen dari total 2.000 RDTR yang ditargetkan telah terhubung secara digital dengan OSS, menunjukkan adanya keterlambatan yang perlu segera diatasi.
Integrasi sistem ini diharapkan dapat mengeliminasi kendala administratif yang sering muncul akibat ketidaksesuaian antara rencana tata ruang dan izin usaha. Dengan RDTR yang terintegrasi, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa proyek investasi berada di lahan yang sesuai dengan peruntukan, sehingga menghindari konflik lahan dan penundaan izin. Hal ini khususnya penting bagi daerah yang sedang gencar menarik investor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pihak BKPM menyatakan bahwa percepatan integrasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menuntut konsistensi dan komitmen dari pemerintah daerah dalam menerapkan sistem digital secara menyeluruh. Dengan sistem yang terhubung, proses verifikasi izin dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan dapat dipantau secara real time. Ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
Kendati telah ada kemajuan, masih banyak daerah yang belum menyelesaikan proses integrasi, sehingga diperlukan pendekatan koordinatif dan pendampingan dari pusat. BKPM menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan efisiensi perizinan dan percepatan pembangunan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

