Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Dua Tahun Prabowo Capai Rp3,9 Triliun, Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

Realisasi investasi selama periode kuartal IV 2024 hingga September 2026 mencapai Rp3,923 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 5,4 juta orang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 49x dibuka
Investasi Dua Tahun Prabowo Capai Rp3,9 Triliun, Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Realisasi penanaman modal di Indonesia pada periode kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2026 mencapai angka Rp3,923 triliun, menunjukkan momentum positif dalam sektor investasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Capaian ini mencakup seluruh kuartal IV 2024, keseluruhan tahun 2025, serta periode Januari hingga September 2026, dan menyerap sekitar 5,485 juta tenaga kerja secara langsung. Angka ini menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku ekonomi.

Distribusi investasi menunjukkan keseimbangan antara wilayah Jawa dan luar Jawa, dengan kontribusi dari luar Pulau Jawa mencapai Rp2,031 triliun (51,8 persen), sedangkan Jawa menyumbang Rp1,892 triliun (48,2 persen). Secara modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp1,998,7 triliun (50,9 persen), sementara penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp1,924,5 triliun (49,1 persen). Pada periode Januari-September 2026 saja, realisasi investasi telah mencapai Rp1,539 triliun, atau 75,4 persen dari target tahunan.

Investasi hilirisasi menjadi pilar utama pertumbuhan, dengan kontribusi sebesar Rp480 triliun hingga September 2026, atau 31,2 persen dari total realisasi. Sektor mineral, khususnya nikel, bauksit, tembaga, dan pasir silika, menyumbang Rp335,1 triliun. Diikuti oleh perkebunan dan kehutanan (Rp83,6 triliun), minyak dan gas bumi (Rp54 triliun), serta perikanan dan kelautan (Rp7,3 triliun). Mayoritas investasi hilirisasi berlokasi di luar Jawa, mencapai Rp373,1 triliun (78 persen), menunjukkan upaya pemerintah dalam mendistribusikan pertumbuhan ekonomi secara merata.

Pemerintah terus memperkuat sistem perizinan melalui integrasi dengan 28 kementerian dan lembaga berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2025. Mekanisme fiktif positif memungkinkan BKPM menerbitkan izin jika instansi terkait gagal dalam tenggat waktu, telah digunakan untuk menyelesaikan sekitar 328 izin. Selain itu, kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Imigrasi serta Pemasyarakatan memberikan kepastian dalam perizinan tenaga kerja asing. Proses perizinan kini ditargetkan selesai dalam lima hari, jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya yang bisa berbulan-bulan.

Target jangka menengah pemerintah untuk periode 2025–2029 adalah mencapai investasi sebesar Rp13.032,8 triliun. Upaya ini didukung oleh fokus pada industrialisasi, hilirisasi, dan peningkatan transfer teknologi. Pemerintah berkomitmen memperbaiki iklim usaha dan menekan ketidakpastian perizinan guna menarik lebih banyak investasi, khususnya di sektor strategis seperti industri baterai kendaraan listrik yang berbasis nikel.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya