Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Pupuk dan Perkapalan Jadi Fokus Kerja Sama RI-Rusia

Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia berbuah kesepakatan awal untuk studi kelayakan investasi pupuk urea di Vladivostok dan penjajakan kapal perikanan canggih.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Investasi Pupuk dan Perkapalan Jadi Fokus Kerja Sama RI-Rusia
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto resmi menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Rusia, yang berlangsung sebagai respons atas undangan Presiden Vladimir Putin. Setelah menyelesaikan rangkaian pertemuan strategis, rombongan kepala negara tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 03.00 WIB. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral, khususnya dalam bidang ekonomi dan strategis, melalui forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok.

Dalam pertemuan tingkat tinggi, dua negara menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk pertanian, energi, sumber daya mineral, pertahanan, serta investasi dan perkapalan. Salah satu hasil konkret yang disepakati adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk membangun pabrik urea di wilayah Vladivostok. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menyatakan bahwa penandatanganan joint study telah dilakukan oleh Pupuk Indonesia bersama mitra Rusia untuk menilai kelayakan proyek tersebut.

Peningkatan kinerja dan efisiensi operasional Pupuk Indonesia menjadi dasar kepercayaan diri untuk ekspansi global. Menurut Rosan, investasi di Vladivostok bukan hanya menopang ekspor, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan industri nasional. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan bahwa lokasi Vladivostok yang berhadapan langsung dengan kawasan Pasifik menjadi pertimbangan strategis, mengingat wilayah tersebut merupakan pasar utama produk pupuk Indonesia.

Selain sektor pertanian, kedua pemimpin juga membahas potensi kerja sama di bidang perkapalan. Putin menawarkan kapal perikanan berukuran lebih dari 102 meter yang dilengkapi teknologi mutakhir untuk pengolahan ikan secara langsung di laut. Tawaran ini direspons positif oleh Prabowo, yang akan mengirimkan tim teknis untuk mengevaluasi keunggulan dan kelayakan pemanfaatan kapal tersebut. Dukungan dari perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan kawasan Eurasia juga diharapkan mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi dua negara, setelah pertumbuhan perdagangan bilateral mencapai lebih dari 12 persen dalam tahun terakhir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya