Investasi RI Tumbuh 7,2%, Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja
Realisasi investasi semester I 2026 capai Rp 1.010,6 triliun, berkontribusi 39% terhadap pertumbuhan ekonomi dan serap 1,45 juta tenaga kerja langsung.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Realisasi investasi nasional pada semester pertama tahun 2026 mencatatkan angka Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan rata-rata pertumbuhan sebelumnya yang berkisar antara 28% hingga 29%. Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa tujuan utama dari setiap peningkatan angka investasi bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, melainkan peningkatan kesejahteraan rakyat. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang masuk harus berdampak nyata dalam menciptakan pekerjaan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Dari total investasi tersebut, telah menyerap sebanyak 1,45 juta tenaga kerja secara langsung, naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah ini belum mencakup tenaga kerja tidak langsung yang terlibat dalam aktivitas pendukung, seperti transportasi, logistik, dan layanan pendukung lainnya. Rosan menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan inklusi sosial, dengan menekankan bahwa investasi harus menjadi alat untuk memperluas akses ekonomi dan kesempatan kerja di berbagai daerah.
Komposisi investasi pada periode tersebut menunjukkan keseimbangan antara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 507,6 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 503 triliun. Secara geografis, 50,2% dari total investasi berlokasi di luar Pulau Jawa, sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa. Lima provinsi di luar Jawa masuk dalam lima besar lokasi investasi nasional, termasuk Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Riau.
Sektor industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 150,4 triliun atau 15% dari total investasi. Secara keseluruhan, sektor sekunder dan tersier menyumbang 85% terhadap total realisasi. Investasi hilirisasi mencatatkan kontribusi signifikan sebesar Rp 300,1 triliun, atau 29,7% dari total, tumbuh 6,9% dari tahun sebelumnya. Dominasi berasal dari hilirisasi mineral seperti nikel, bauksit, dan tembaga, disusul sektor perkebunan, kehutanan, minyak dan gas, serta perikanan dan kelautan. Sebanyak 75,7% dari investasi hilirisasi berada di luar Jawa, terutama di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.
Ke depan, pemerintah berkomitmen memperluas cakupan hilirisasi ke komoditas bernilai tambah tinggi seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut. Langkah ini bertujuan agar manfaat dari investasi tidak hanya terbatas pada sektor mineral, tetapi juga menjangkau berbagai sektor ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


