Investasi Strategis Pupuk Indonesia ke Rusia Dijajaki
Pertemuan Prabowo-Putin membuka peluang investasi pupuk urea di Vladivostok melalui studi bersama, sekaligus memperkuat kerja sama perkapalan dan perdagangan bilateral.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada Kamis (3/9) menjadi langkah strategis dalam memperluas kerja sama ekonomi bilateral, khususnya di sektor pertanian, energi, dan sumber daya mineral. Salah satu hasil konkret dari pertemuan tersebut adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk membangun pabrik urea di wilayah strategis di Asia Timur. Proses ini dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama untuk melakukan studi kelayakan bersama, yang disiapkan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dan didukung secara langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Penandatanganan studi bersama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan bahan baku dan industri nasional, sekaligus mendorong ekspansi global perusahaan milik negara. Rosan menegaskan bahwa peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia kini memungkinkan perusahaan untuk bergerak lebih jauh ke pasar internasional. Lokasi Vladivostok dipilih karena posisinya yang menghadap ke kawasan Pasifik, yang selama ini menjadi pasar utama ekspor pupuk Indonesia.
Selain sektor pertanian, pertemuan bilateral juga membahas potensi kolaborasi di bidang perkapalan. Putin menawarkan kapal berteknologi canggih dengan panjang lebih dari 102 meter, yang dirancang untuk memproses hasil perikanan secara langsung di laut. Tindak lanjut dari tawaran tersebut adalah pengiriman tim teknis oleh Presiden Prabowo untuk meninjau lebih lanjut kemungkinan pemanfaatan kapal tersebut dalam mendukung sektor kelautan nasional.
Di sisi perdagangan, kedua negara menyambut positif rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan kawasan Eurasia. Data menunjukkan pertumbuhan perdagangan bilateral sebesar lebih dari 12 persen dalam tahun sebelumnya, yang menandai momentum positif untuk memperluas kerja sama ekonomi. Rosan menilai bahwa momen ini sangat tepat untuk memperdalam hubungan strategis, baik dari segi investasi, perdagangan, maupun kemitraan industri.
Rahmad Pribadi menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan arahan pemerintah untuk menjadikan Pupuk Indonesia sebagai pelaku strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan industri nasional. Dengan memanfaatkan potensi pasar di Asia Timur dan kolaborasi teknologi dengan Rusia, investasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi ekonomi jangka panjang yang berdampak pada kesejahteraan dan ketahanan pangan bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


